Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Generasi 40an Dicemooh, Gen Z Anggap Norak dan Privilege

Istilah "anak-anak muda berumur 40-an tahun" atau "Young 40" menjadi meme sarkastik di media sosial Korea Selatan untuk mencemooh pria paruh baya (40-an) yang mengadopsi gaya fashion, gadget, atau perilaku muda, dianggap norak dan…

Istilah “anak-anak muda berumur 40-an tahun” atau “Young 40” menjadi meme sarkastik di media sosial Korea Selatan untuk mencemooh pria paruh baya (40-an) yang mengadopsi gaya fashion, gadget, atau perilaku muda, dianggap norak dan mencari perhatian. Fenomena ini mencerminkan ketegangan generasi, di mana Gen Z dan milenial muda (20-30an) menjadikan gaya hidup kelompok usia 40an sebagai simbol hak istimewa ekonomi dan sosial.​

Istilah ini awalnya dari pemasaran positif untuk 40an sebagai “generasi muda” di puncak karir, tapi berubah viral negatif sejak 2025, dengan lebih dari 100.000 penyebutan online, separuhnya sarkastik. Contohnya, pria 41 tahun Ji Seung-ryeol dicemooh karena foto OOTD Instagram-nya, disebut “sweet young 40” jika mengejar wanita muda. Media sosial memperburuknya, mengubah pilihan pribadi menjadi ejekan massal.​

Generasi 40an (lahir 1970-1980an) dianggap untung dari era ekonomi stabil, boom properti, dan pekerjaan aman, sehingga bisa beli barang branded atau rumah mahal. Sebaliknya, generasi muda hadapi pengangguran tinggi, harga rumah melonjak, dan pasar kerja ketat, memicu iri dan sindiran atas “privilese” 40an yang “berpura-pura muda”.​

Korea Selatan punya budaya hierarki ketat berdasarkan usia (hoesin), di mana orang tua wajib dihormati, tapi generasi muda kini skeptis dan sebut 40an sebagai “kkondae” modern: sombong tapi irit berbagi peluang. Ini simbol konflik: 40an “sandwiched” antara atasan kaku dan bawahan kritis, merasa terjebak di tengah. Psikolog Oh Eun-kyung bilang, ejekan ini proyeksi frustrasi ekonomi ke representasi otoritas.

Tag:
Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.