
Douglas Tompkins, pengusaha Amerika yang mendirikan merek outdoor ternama The North Face, dikenal bukan hanya sebagai inovator di industri pakaian petualangan, tetapi juga sebagai salah satu tokoh konservasi terbesar abad ke-20. Dengan menggunakan kekayaan hasil bisnisnya, Tompkins membeli hampir 2 juta acre lahan di Patagonia untuk tujuan pelestarian alam—menjadikannya salah satu proyek konservasi swasta terbesar di dunia.
Dari Pengusaha Visioner Menjadi Aktivis Lingkungan
Tompkins memulai karier bisnisnya pada 1964 ketika mendirikan The North Face di San Francisco bermodalkan pinjaman US$5.000. Toko kecil yang awalnya menjual perlengkapan panjat tebing dan kegiatan alam bebas itu berkembang menjadi merek global. Ia kemudian turut membangun merek fesyen Esprit bersama istrinya, Susie, yang mencapai penjualan tahunan hingga US$100 juta pada 1978.
Meski berjaya di dunia bisnis, Tompkins memilih meninggalkan karier korporasi pada 1989. Ia menjual sebagian besar asetnya dan memutuskan untuk mendedikasikan hidup pada misi konservasi alam yang ia yakini jauh lebih penting bagi masa depan planet.
Konservasi Skala Raksasa di Patagonia
Pada awal 1990-an, Tompkins mulai membeli lahan-lahan luas di wilayah Patagonia, melintasi perbatasan Chile dan Argentina. Melalui organisasi Tompkins Conservation, ia dan istrinya, Kristine McDivitt—mantan CEO Patagonia Inc.—mengakuisisi lebih dari 2 juta acre atau sekitar 800.000 hektare lahan alami.
Lahan-lahan itu direstorasi dan kemudian disumbangkan kepada pemerintah untuk dijadikan taman nasional, termasuk Parque Pumalín dan Parque Patagonia. Proyek ini tidak hanya memulihkan hutan hujan dan padang rumput, tetapi juga melindungi habitat satwa seperti puma, rusa huemul, hingga spesies burung endemik.
Tompkins sering mengatakan bahwa melalui konservasi, ia ingin “membayar sewa tinggal di bumi,” sebuah prinsip yang menjadi landasan seluruh proyek pelestariannya.
Warisan yang Hidup Setelah Kepergiannya
Douglas Tompkins meninggal dunia pada 2015 akibat kecelakaan saat berkayak di Danau General Carrera, Chile. Namun warisan ekologis yang ia tinggalkan terus berkembang. Pemerintah Chile dan Argentina kini mengelola kawasan taman nasional yang sebelumnya ia beli dan restorasi, sementara Tompkins Conservation melanjutkan upaya rewilding, pengembalian spesies asli, dan perlindungan ekosistem penting di Amerika Selatan.
Dari pengusaha pendaki gunung hingga pelindung alam skala global, perjalanan hidup Tompkins menjadi contoh bagaimana kekayaan pribadi dapat diarahkan untuk kebaikan planet dan generasi mendatang.