
Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) menuntut Kejaksaan Agung periksa Presiden Joko Widodo dan Kementerian BUMN terkait pencopotan Djoko Priyono sebagai Dirut PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) periode 2021-2022. Pernyataan ini disampaikan saat Ahok jadi saksi di sidang kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina di PN Tipikor Jakarta Pusat pada 27 Januari 2026.
Ahok sebut Djoko sebagai “orang terbaik di KPI” yang dicopot tanpa alasan meritokrasi oleh Kementerian BUMN, indikasikan nepotisme dan buruknya tata kelola. Ia soroti pola pergantian direksi Pertamina yang tak berdasar prestasi, termasuk Mas’ud Khamid di Pertamina Patra Niaga, hingga laporkan ke Jokowi tanpa respons.
Sidang ungkap dugaan korupsi oplos BBM dan tata kelola minyak mentah Pertamina 2018-2023, di mana Ahok kritik Jokowi tolak usulannya ubah skema subsidi BBM via MyPertamina untuk untung US$6 miliar/tahun. Ahok mundur dari Komisaris Utama Pertamina akhir 2023 karena beda pandang politik dengan Jokowi.