
Indonesia sedang alami boom data center dengan investasi raksasa Microsoft yang bangun fasilitas megah JKT09 di Karawang, Jawa Barat, sebagai pusat AI Asia Tenggara dengan kapasitas 48 MW dan hampir rampung operasional.
Proyek ini bagian komitmen US$1,7 miliar Microsoft 2024-2028 untuk cloud region “Indonesia Central”, dukung transformasi digital nasional.
Fasilitas JKT09 di Kawasan Industri Greenland City hampir selesai: bangunan storage 2 unit, pendingin server, konektivitas fiber optic, dan power grid siap; tambah 3 fasilitas baru (JKT13, JKT14, JKT43) jadi total 5 site dengan JKT02 sudah live. Southeast Asia Construction Director Gavin Hodge tekankan fitur green: liquid cooling efisien, energi ramah lingkungan net zero karbon, dan keamanan pekerja; kapasitas total 200+ MW dukung Azure AI hyperscale.
Microsoft pilih Karawang karena lokasi strategis dekat Jakarta, akses listrik PLN stabil, dan talenta digital RI (target 9 juta talenta digital 2025); fasilitas layani sektor finance, energi, kesehatan, manufaktur, dan edutech Asia Tenggara dengan latency rendah. Kolaborasi PLN bangun PLTS 200 MW suplaikan green energy, tingkatkan ketahanan infrastruktur AI pasca-investasi Nvidia-Google di Batam-Makassar.
Investasi ciptakan ribuan lapangan kerja langsung (konstruksi, operasi), tambah Rp triliunan PDB via ekosistem cloud, posisikan Indonesia hub AI ASEAN saingi Singapura-Malaysia. Tantangan: kebutuhan listrik 1-2 GW tambahan, tapi Prabowo dukung via Danantara percepat lisensi dan insentif; target 100+ data center nasional 2030. Hingga 27 Februari 2026, JKT09 uji coba akhir sebelum go-live Q2.