Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bikin Bangga! Gelar Sarjana Tak Menghalangi Mereka untuk Kerja Apa Saja, yang Penting Halal

Gelar sarjana tidak selalu berujung pada pekerjaan kantoran. Sejumlah lulusan memilih berjualan makanan, membuka warteg, berdagang, menjadi petani, hingga bekerja sebagai tukang cuci.

Gelar sarjana tidak selalu membawa seseorang ke ruang kantor dengan jam kerja tetap. Bagi sejumlah lulusan, ijazah justru menjadi bekal untuk memilih jalan kerja yang berbeda, termasuk berjualan makanan, mengelola warteg, berdagang, bertani, dan menjalankan usaha kecil.

Lulusan S1 perfilman IKJ dan S2 antropologi UGM berjualan makanan Indo-Belanda. Kedainya berada di Jogja dan segera akan dibuka di Bandung.
Aku kaa lulusan S1 ekonomi unbraw, Skrg puji Tuhan awal jualan hotwheels ini dr cuma 2 meja dan begini tampilannya skrg udh mau jalan 3 bulan udh nambah meja.. kadang sepi kadang rame tp belajar bersyukur semoga awal tahun bisa punya toko kecil kecilan🥹

Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak otomatis menentukan bentuk pekerjaan seseorang. Gelar dapat menjadi modal pengetahuan dan cara berpikir, tetapi keputusan mengenai pekerjaan tetap dipengaruhi oleh kesempatan, kondisi ekonomi, minat, serta kebutuhan hidup.

Gak tamat kuliah film karena faktor ekonomi. Sempet jd penulis skenario menghasilkan satu film horor masih tayang di platform streaming. Sekarang sudah melepas cita² jadi filmmaker, gak mau ngoyo sama sesuatu yg sudah tidak selaras dengan diri. Fokus jualan nasi kepal di Cipondoh, Tangerang Kota sambil ngonten di 3 channel YouTube.

Beberapa kisah menunjukkan beragam jalur yang ditempuh setelah atau selama kuliah. Lulusan perfilman Institut Kesenian Jakarta dan antropologi Universitas Gadjah Mada disebut berjualan makanan Indo-Belanda, dengan kedai yang berada di Yogyakarta dan rencana pembukaan di Bandung.

S1 perikanan UB. Alhamdulillah jadi petani dan pedagang bawang merah 😂

Ada pula lulusan ekonomi Universitas Brawijaya yang memulai usaha berjualan Hot Wheels dari dua meja. Setelah tiga bulan, usahanya berkembang hingga hampir memiliki tiga meja, meski jumlah pembeli disebut masih naik turun. Lulusan lain memilih berjualan nasi kepal di Cipondoh, Kota Tangerang, setelah tidak melanjutkan kuliah film karena faktor ekonomi dan sempat menulis skenario film horor yang tayang di platform streaming.

cocok…. S1 Sastra Inggris. Pernah kerja di perusahaan Singapura & Belanda sbg content manager. Sekarang: Jualan dimsum 1000an

Jalur usaha juga ditempuh oleh lulusan S1 perikanan Universitas Brawijaya yang menjadi petani sekaligus pedagang bawang merah. Lulusan Sastra Inggris yang pernah bekerja sebagai content manager di perusahaan Singapura dan Belanda memilih berjualan dimsum. Sementara itu, seorang lulusan Manajemen menjalankan warteg yang telah dirintis sejak semester tiga kuliah.

S1 lulusan Manajemen, sekarang jadi owner warteg kak. Btw aku jualan warteg zaman kuliah semester 3 – Alhamdulillah sampai sekarang bertahan

Pilihan pekerjaan lainnya datang dari lulusan Manajemen yang mengaku belum pernah bekerja di perusahaan dan kini menjadi tukang cuci. Kisah-kisah tersebut memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan bahwa pekerjaan tidak selalu dapat diukur dari prestise jabatan atau kesesuaian dengan bidang studi.

Aku lulus Manajemen 2023 sampe sekarang gapernah kerja tapi malah jadi tukang cuci. Alhamdulillah masyaallah

Ukuran keberhasilan akhirnya tidak hanya terletak pada gelar atau nama profesi. Usaha untuk memperoleh penghasilan halal, memenuhi kebutuhan keluarga, dan mengembangkan pekerjaan secara berkelanjutan juga menjadi bagian dari perjalanan para lulusan tersebut.

Sumber: Instagram
Erniyati Khalida

Penulis

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.