Gelar sarjana tidak selalu membawa seseorang ke ruang kantor dengan jam kerja tetap. Bagi sejumlah lulusan, ijazah justru menjadi bekal untuk memilih jalan kerja yang berbeda, termasuk berjualan makanan, mengelola warteg, berdagang, bertani, dan menjalankan usaha kecil.


Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak otomatis menentukan bentuk pekerjaan seseorang. Gelar dapat menjadi modal pengetahuan dan cara berpikir, tetapi keputusan mengenai pekerjaan tetap dipengaruhi oleh kesempatan, kondisi ekonomi, minat, serta kebutuhan hidup.

Beberapa kisah menunjukkan beragam jalur yang ditempuh setelah atau selama kuliah. Lulusan perfilman Institut Kesenian Jakarta dan antropologi Universitas Gadjah Mada disebut berjualan makanan Indo-Belanda, dengan kedai yang berada di Yogyakarta dan rencana pembukaan di Bandung.

Ada pula lulusan ekonomi Universitas Brawijaya yang memulai usaha berjualan Hot Wheels dari dua meja. Setelah tiga bulan, usahanya berkembang hingga hampir memiliki tiga meja, meski jumlah pembeli disebut masih naik turun. Lulusan lain memilih berjualan nasi kepal di Cipondoh, Kota Tangerang, setelah tidak melanjutkan kuliah film karena faktor ekonomi dan sempat menulis skenario film horor yang tayang di platform streaming.

Jalur usaha juga ditempuh oleh lulusan S1 perikanan Universitas Brawijaya yang menjadi petani sekaligus pedagang bawang merah. Lulusan Sastra Inggris yang pernah bekerja sebagai content manager di perusahaan Singapura dan Belanda memilih berjualan dimsum. Sementara itu, seorang lulusan Manajemen menjalankan warteg yang telah dirintis sejak semester tiga kuliah.

Pilihan pekerjaan lainnya datang dari lulusan Manajemen yang mengaku belum pernah bekerja di perusahaan dan kini menjadi tukang cuci. Kisah-kisah tersebut memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan bahwa pekerjaan tidak selalu dapat diukur dari prestise jabatan atau kesesuaian dengan bidang studi.

Ukuran keberhasilan akhirnya tidak hanya terletak pada gelar atau nama profesi. Usaha untuk memperoleh penghasilan halal, memenuhi kebutuhan keluarga, dan mengembangkan pekerjaan secara berkelanjutan juga menjadi bagian dari perjalanan para lulusan tersebut.
