Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerima penghargaan Freedom of the City of London dalam sebuah upacara di Guildhall, London, Inggris, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Penghargaan sipil bersejarah ini diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi bagi kehidupan publik. Setelah prosesi berlangsung, Anies juga disambut sebagai “Citizen of London”, mengikuti tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-13.

Penghargaan tersebut memiliki sejarah panjang. Menurut City of London Corporation, tradisi Freedom of the City tercatat sejak 1237. Pada masa lalu, status ini berkaitan dengan hak warga merdeka untuk menjalankan kegiatan perdagangan di wilayah City of London. Seiring perkembangan zaman, maknanya berubah menjadi sebuah kehormatan yang diberikan kepada individu terpilih dari berbagai bidang, termasuk pelayanan publik, ilmu pengetahuan, seni, dan olahraga.

Anies menerima penghargaan tersebut setelah dinominasikan oleh Alderman Alastair King, ketika masih menjabat sebagai Lord Mayor of London, bersama Alderman Gregory Jones KC. Nominasi itu disetujui oleh Court of Common Council, badan pemerintahan tertinggi City of London Corporation, pada Juni 2025. Dalam daftar penerima yang disetujui pada periode yang sama juga terdapat aktris peraih Oscar Cate Blanchett dan kapten tim rugbi Inggris, Maro Itoje.

Dalam pidatonya, Anies menekankan bahwa penghargaan tersebut seharusnya tidak hanya dipandang sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Inggris. Ia menyampaikan gagasan untuk mempertemukan lebih banyak wali kota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia dengan mitra di London, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarkota.

Anies juga mengungkapkan pandangannya bahwa hubungan antarkota memiliki peluang besar untuk berkembang. Menurutnya, kerja sama tidak harus terbatas pada hubungan diplomatik antarpemerintah negara, tetapi dapat diperkuat melalui kolaborasi di bidang transportasi, pendidikan, tata kelola perkotaan, dan lingkungan. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pintu bagi semakin banyak pihak dari Indonesia untuk membangun hubungan langsung dengan berbagai institusi di London.

Nama Anies sendiri pernah berkaitan dengan berbagai inisiatif perkotaan internasional. Saat memimpin Jakarta pada periode 2017–2022, ia terlibat dalam jaringan C40 Cities, yaitu jaringan kota-kota besar dunia yang berfokus pada upaya menghadapi perubahan iklim. Pengalaman tersebut menjadi salah satu konteks yang menghubungkan kiprahnya dalam pemerintahan daerah dengan forum dan jejaring internasional.

Penerimaan Freedom of the City of London ini sekaligus menempatkan Anies dalam daftar tokoh dari berbagai negara yang pernah memperoleh kehormatan serupa. Sejumlah nama yang tercatat sebagai penerima dalam sejarah penghargaan tersebut antara lain Winston Churchill, Nelson Mandela, Stephen Hawking, dan Sir Tim Berners-Lee. Meski demikian, penghargaan ini merupakan kehormatan sipil yang berkaitan dengan tradisi City of London, bukan pemberian kewarganegaraan Inggris secara otomatis.

Melalui penghargaan tersebut, Anies berharap hubungan Indonesia dan Inggris dapat semakin berkembang, terutama dalam kerja sama antarkota dan pertukaran pengalaman yang bermanfaat bagi masyarakat. Baginya, nilai penting dari penghargaan itu bukan semata-mata pengakuan, melainkan kesempatan untuk membangun lebih banyak jembatan kolaborasi antara kedua negara.