Amazon bukan hanya kawasan hutan lebat dengan sungai yang luas. Di balik bentang alamnya, terdapat sejumlah ancaman dan fenomena ekstrem yang membuat aktivitas berenang di perairan Amazon berisiko, mulai dari predator besar hingga organisme parasit.


Risikonya tidak seluruhnya berasal dari hewan yang terlihat. Sungai Hamza disebut sebagai aliran bawah tanah yang berada sekitar 2,5 mil atau 4 kilometer di bawah Sungai Amazon dan diperkirakan membentang lebih dari 250 kilometer di bawah permukaan bumi.

Ancaman lain datang dari candiru, ikan kecil yang hampir transparan dan dikenal dalam narasi lokal karena kemampuannya masuk melalui lubang kencing manusia. Sementara itu, black caiman atau buaya hitam dapat mencapai panjang 6 meter dan berat sekitar setengah ton. Predator ini memangsa berbagai hewan, termasuk anaconda, dan manusia juga dapat menjadi sasaran serangannya.

Amazon juga memiliki fenomena biologis yang tidak berkaitan langsung dengan serangan predator. Jamur Cordyceps dapat memengaruhi perilaku semut yang terinfeksi. Semut terdorong memanjat tanaman, menggigit bagian bawah daun, lalu mati. Setelah itu, tubuh buah jamur tumbuh dari kepala semut dan melepaskan spora baru ke lingkungan.

Bahaya ekstrem lainnya terdapat pada Shanay-Timpishka di Amazon Peru. Sungai ini memiliki suhu lebih dari 86 derajat Celsius meski tidak berada di dekat gunung berapi. Panasnya dikaitkan dengan mata air panas yang dipicu retakan atau patahan jauh di dalam kerak bumi. Suhu setinggi itu dapat menyebabkan luka bakar parah dan membunuh hewan kecil dalam waktu singkat.