Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

15 Tahun Mencari Istri yang Hilang Saat Tsunami, Pria Jepang Terus Menyelam ke Dasar Laut

15 tahun setelah tsunami Jepang 2011, Yasuo Takamatsu masih menyelam mencari istrinya, Yuko, yang hilang di Onagawa. Ia belajar menyelam khusus untuk pencarian tersebut. Hingga 2026, jumlah penyelamannya sudah mencapai ratusan kali, dengan laporan terbaru menyebut 763 penyelaman hingga Maret 2026. Yuko belum ditemukan, tetapi Takamatsu masih terus mencari.

Lima belas tahun setelah tsunami dahsyat melanda Jepang pada 11 Maret 2011, Yasuo Takamatsu masih melakukan pencarian terhadap istrinya, Yuko, yang hilang dalam bencana tersebut. Ia bahkan belajar menyelam agar dapat ikut mencari jejak sang istri di laut.

Takamatsu dan Yuko tinggal di Onagawa, Prefektur Miyagi. Saat gempa dan tsunami terjadi, Yuko sedang bekerja di kantor cabang 77 Bank di kawasan pesisir Onagawa. Ia kemudian tersapu tsunami dan sampai sekarang belum ditemukan.

Yasuo Takamatsu kehilangan istrinya, Yuko, saat tsunami Jepang pada 11 Maret 2011. Setelah pencarian di darat selama lebih dari dua tahun, ia mulai belajar menyelam pada 2013 demi mencari jejak istrinya di laut.

Ada satu pesan yang sangat membekas bagi Takamatsu. Menjelang hilang, Yuko mengirim pesan yang pada intinya menanyakan keadaan suaminya dan mengatakan bahwa dirinya ingin pulang. Pesan tersebut menjadi salah satu kenangan terakhir yang dimiliki keluarganya.

Alih-alih hanya menunggu hasil pencarian resmi, Takamatsu memilih turun langsung ke laut. Sekitar dua tahun setelah tsunami, ia mulai belajar menyelam agar dapat membantu mencari istrinya di perairan sekitar Onagawa. Pada usia 57 tahun, ia bahkan memperoleh kualifikasi penyelam untuk mendukung pencariannya.

Selama bertahun-tahun, Yasuo terus kembali ke perairan sekitar Onagawa. Pada 2026, ia memperkirakan telah melakukan lebih dari 650 kali penyelaman, meski belum menemukan Yuko. Ia biasanya menyelam bersama instruktur yang membantunya sejak awal.

Sejak itu, ia berulang kali menyusuri dasar laut. Dalam laporan televisi Jepang pada 2026, Takamatsu yang kini berusia 69 tahun disebut masih menyelam di perairan sekitar Onagawa, termasuk pada kedalaman sekitar 35 meter dengan jarak pandang yang terbatas.

Jumlah penyelamannya juga terus bertambah. Laporan L’Équipe pada Maret 2026 menyebut Takamatsu memperkirakan telah melakukan lebih dari 650 kali penyelaman. Sementara laporan terbaru yang terbit September 2026 menyebut jumlah tersebut telah mencapai 763 kali pada Maret 2026.

Kini, penyelaman bagi Yasuo bukan hanya tentang mencari keberadaan istrinya. Ia mengatakan kegiatan tersebut membuatnya merasa tetap dekat dengan Yuko. BBC pada 2026 bahkan mendokumentasikan penyelamannya yang ke-763.

Pencarian itu tidak selalu menghasilkan petunjuk. Ia pernah menemukan berbagai benda di dasar laut, tetapi belum menemukan sesuatu yang dapat dipastikan sebagai milik Yuko. Endapan dan material yang terbawa arus juga membuat kondisi dasar laut semakin sulit untuk ditelusuri.

Tsunami 2011 sendiri menyebabkan kerusakan sangat besar di Onagawa. Catatan mengenai bencana tersebut menunjukkan ratusan korban tewas dan masih ada warga yang belum ditemukan bertahun-tahun setelah kejadian.

Bagi Takamatsu, penyelaman bukan sekadar aktivitas untuk menemukan jasad istrinya. Ia ingin membawa Yuko kembali pulang apabila suatu hari menemukan jejaknya. Setelah bertahun-tahun berlalu, ia tetap mempertahankan harapan tersebut.

Kisah Takamatsu menjadi salah satu gambaran bagaimana bencana besar dapat meninggalkan duka yang berlangsung jauh lebih lama daripada proses pembangunan kembali sebuah kota. Sementara Onagawa terus dibangun, pencarian terhadap orang-orang yang masih hilang tetap menjadi bagian dari kehidupan sejumlah keluarga.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.