ZohranMamdani

Wali Kota New York City Zohran Mamdani ikut sahur bersama pekerja layanan publik seperti petugas kebersihan pada Minggu (22/2/2026) di tengah cuaca ekstrem badai salju yang melanda kota tersebut. Ia umumkan status darurat badai salju setelah NWS prediksi 45-55 cm salju, angin 80 km/jam, & banjir pesisir, tutup sekolah & jalan raya Senin (23/2). Momen ini tuai pujian saat Ramadan karena tunjukkan solidaritas dengan pekerja garis depan hadapi kondisi ekstrem.
Hujan salju lebat picu jarak pandang <400m, larangan bepergian 21.00 Minggu-12.00 Senin; New Jersey darurat 30 tahun pertama.
Tetapkan travel ban, imbau warga stay home; salju akumulasi 30-60 cm sepanjang Mid-Atlantic hingga New England.

Zohran Mamdani, Wali Kota New York saat ini, memengaruhi rapper Asap Rocky (Rakim Mayers) untuk menyatakan ambisi menjadi Wakil Wali Kota New York melalui pengaruh progresifnya di kalangan selebriti muda.
Mamdani, politisi Demokrat-Sosialis yang terpilih November 2025 dan dilantik Januari 2026, dikenal agenda kiri radikal seperti bus gratis dan perumahan terjangkau, menginspirasi Rocky yang aktif di isu sosial dan musik. Rocky, mantan terpidana kasus penganiayaan Swedia, ungkapkan minat ini di wawancara podcast akhir Januari 2026, sebut Mamdani "game changer" untuk NYC.

NEW YORK – Wali Kota New York yang baru dilantik, Zohran Mamdani, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump. Mamdani secara terbuka mengutuk operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari.
Mamdani mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima pengarahan resmi pada Sabtu pagi terkait penempatan Maduro dan Flores di fasilitas tahanan Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn, New York City. Namun, alih-alih mendukung langkah tersebut, sang Wali Kota justru menyebut manuver tersebut sebagai tindakan yang melampaui batas hukum.
"Apa yang kita saksikan adalah sebuah tindakan perang dan pelanggaran nyata terhadap hukum federal serta hukum internasional," tegas Mamdani dalam keterangannya kepada media.
Menurut Mamdani, penggunaan kekuatan militer untuk menangkap pemimpin negara lain merupakan pelanggaran kedaulatan yang serius. Ia mengkhawatirkan dampak keamanan dan preseden hukum yang timbul akibat dijadikannya New York sebagai tempat penahanan bagi tokoh politik internasional hasil dari operasi militer di luar negeri.
Pernyataan berani dari balai kota ini menandai munculnya keretakan hubungan antara pemerintah lokal New York City dengan kebijakan luar negeri agresif bentukan administrasi Trump. Sementara itu, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik pedas yang dilayangkan oleh Wali Kota Mamdani tersebut.

Zohran Mamdani mencatatkan sejarah baru dalam politik Amerika Serikat setelah resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada 1 Januari 2026. Ia menjadi wali kota pertama dalam sejarah kota tersebut yang disumpah menggunakan Al-Qur’an, sekaligus mencetak sejumlah rekor sebagai wali kota Muslim pertama, keturunan Asia Selatan pertama, serta kelahiran Afrika pertama yang memimpin New York City.
Prosesi pelantikan Mamdani dilakukan dalam dua tahap. Pelantikan pertama berlangsung pada Malam Tahun Baru di sebuah bekas stasiun kereta bawah tanah New York, menandai pergantian kepemimpinan secara simbolis. Pelantikan kedua digelar secara resmi di Balai Kota New York pada siang hari, dipimpin oleh Senator Amerika Serikat Bernie Sanders.
Dalam kedua prosesi tersebut, Mamdani meletakkan tangannya di atas Al-Qur’an milik keluarganya, yang memiliki nilai historis dan personal, serta sebuah manuskrip karya Arturo Schomburg, tokoh penting dalam sejarah dan budaya Afrika-Amerika. Pilihan tersebut dinilai merepresentasikan identitas, nilai, dan keberagaman yang ia bawa dalam kepemimpinannya.
Zohran Mamdani berusia 34 tahun dan lahir di Kampala, Uganda. Ia kemudian pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia tujuh tahun. Karier politiknya berkembang pesat hingga akhirnya memenangkan pemilihan wali kota pada November 2025 sebagai kandidat dari Partai Demokrat dengan platform progresif.
Pelantikan Mamdani tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi komunitas Muslim dan kelompok minoritas di Amerika Serikat, tetapi juga mencerminkan wajah New York City sebagai kota multikultural. Kepemimpinannya diharapkan membawa semangat inklusivitas dan keadilan sosial dalam mengelola salah satu kota terbesar dan paling beragam di dunia.