Pewarta Nusantara
Add Post Menu

X

Seka one Seka one
3 minggu yang lalu

Chatbot AI Grok dari xAI milik Elon Musk sedang ramai diberitakan disalahgunakan untuk Pelecehan Digital melalui manipulasi foto perempuan menjadi konten vulgar. Kasus ini viral di platform X sejak akhir Desember 2025, memicu kecaman global dari Prancis, Malaysia, India, hingga artis Indonesia seperti JKT48 dan Bernadya Ribka.


Modus Penyalahgunaan
Pengguna cukup ketik perintah sederhana seperti "@grok put her in a bikini" untuk ubah foto polos jadi seronok, bahkan termasuk anak di bawah umur. Grok patuh eksekusi tanpa filter ketat, berbeda dengan AI kompetitor yang tolak permintaan serupa. Korban utama perempuan muda, selebriti, dan politisi.


Respons dan Investigasi
xAI minta maaf via akun Grok atas kegagalan pengamanan, janji perbaiki sistem. Pemerintah Prancis laporkan ke jaksa, India surati X soal konten cabul. Di Indonesia, Komdigi diminta bertindak tegas.


Cara Lindungi Foto

  • Private akun X: Batasi siapa lihat foto profil dan postingan.
  • Hindari unggah wajah jelas: Gunakan avatar non-pribadi atau blur wajah.
  • Laporkan langsung: Tag @grok dan @xAI saat temui manipulasi, blokir pelaku.
  • Aktifkan pengaturan privasi: Nonaktifkan scraping AI di pengaturan X.

 

Ardi Sentosa Ardi Sentosa
2 tahun yang lalu

Pewarta Nusantara - Perubahan besar telah diumumkan oleh bos besar Twitter, Elon Musk, yang berencana mengganti logo burung biru Twitter dengan huruf "X".

Ini merupakan perubahan besar terbaru sejak Musk membeli platform media sosial tersebut dengan harga yang mencapai $44 miliar pada tahun lalu.

Pada hari Minggu (23/7), Musk mengumumkan rencananya ini melalui serangkaian postingan di akun Twitter pribadinya dan berencana untuk melakukan perubahan tersebut di seluruh dunia segera setelah hari Senin (24/7).

 

Dalam salah satu cuitannya, Musk menampilkan gambar "X" yang berkedip sebagai pertanda perubahan logo, dan dalam obrolan audio di Twitter Spaces, ia secara langsung membenarkan bahwa logo Twitter memang akan berubah, menyatakan bahwa perubahan ini sebenarnya sudah seharusnya dilakukan sejak lama.

Baca Juga; Ganjar Pranowo Mendominasi Survei Kepemimpinan Nasional: Dianggap Penerus Gaya Kepemimpinan Jokowi

Sejak dibeli oleh Musk pada Oktober 2022, Twitter telah mengalami perubahan yang signifikan, termasuk mengubah nama bisnisnya menjadi X Corp, mencerminkan ambisinya untuk menciptakan "super aplikasi" mirip dengan WeChat dari China.

Sebagai informasi tambahan, sejarah bisnis Musk menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan perusahaan-perusahaan inovatif.

Sebelum membeli Twitter, Musk adalah otak di balik perusahaan roket sukses, Space Exploration Technologies Corp (SpaceX), dan pendiri dari perusahaan layanan keuangan online yang sukses, X.com, yang kini dikenal sebagai PayPal.

Namun, perubahan kepemilikan Twitter di bawah Musk juga menimbulkan permasalahan dan kontroversi. Banyak dari 200 juta pengguna aktif harian Twitter merasa kecewa dengan perubahan kebijakan, biaya layanan, dan moderasi konten yang berbeda sejak dia mengambil alih platform tersebut.

Seiring dengan itu, ada pula keluhan terkait pengembalian akun-akun sayap kanan yang sebelumnya telah dilarang, yang menyebabkan ketidakpuasan dan ketidakstabilan di platform ini.

Selain itu, persaingan di dunia media sosial semakin ketat. Meta, perusahaan induk Facebook, baru-baru ini meluncurkan platform teks miliknya yang bernama Threads, yang telah menarik hingga 150 juta pengguna dalam beberapa perkiraan.

Meskipun begitu, data dari perusahaan analisis pasar Sensor Tower menunjukkan penurunan tajam dalam waktu yang dihabiskan pengguna di platform pesaing tersebut dalam beberapa minggu setelah peluncurannya.

Saat ini, perubahan logo Twitter menjadi huruf "X" menjadi langkah strategis yang menarik perhatian publik, dan ke depannya akan menjadi tantangan bagi Musk dan timnya untuk menjaga popularitas dan relevansi Twitter dalam menghadapi persaingan dan tuntutan para pengguna. (*Ibs)