Satgas Bencana

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, baru-baru ini memaparkan peta pemulihan di tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Pemulihan secara keseluruhan telah mencapai 70% dari 52 kabupaten/kota yang terdampak banjir bandang dan longsor, dengan 37 daerah kembali normal dalam waktu dua bulan.
Pembersihan puing selesai di 4 dari 11 lokasi di Sumut dan 29 lokasi di Sumbar. Infrastruktur listrik dan telekomunikasi pulih sepenuhnya di Sumbar, sementara Aceh dan Sumut hampir selesai kecuali beberapa BTS. Pasar tradisional dan 1.000 rumah ibadah juga telah difungsikan kembali untuk mendukung ekonomi masyarakat.
Dari total daerah, 4 hampir normal dan 11 masih butuh perhatian khusus, termasuk Kabupaten Agam dan Padang Pariaman di Sumbar (fokus pengungsian dan sekolah). Di Sumut, 15 dari 18 daerah bencana dinyatakan normal setelah pengecekan lapangan. Saat ini, pengungsi tersisa sekitar 12.944 orang.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, menyatakan bahwa lima desa di Aceh masih belum teraliri listrik akibat kerusakan infrastruktur pascabencana banjir. Pernyataan ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Satgas dengan DPR RI di Banda Aceh pada 10 Januari 2026.
Penyebab Masalah
Tiang-tiang listrik roboh akibat arus banjir yang kuat, terutama di daerah terpencil, dengan jarak tiang sekitar 100 meter sering rusak. Upaya sementara menggunakan genset dari pemerintah, BNPB, TNI, dan Polri telah dilakukan, tetapi kelima desa tersebut belum tersentuh.
Kondisi Lainnya
Listrik di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah hampir normal, sementara fokus pemulihan menjelang Ramadan mencakup logistik seperti gas LPG 3 kg. Pemerintah menargetkan percepatan paralel untuk infrastruktur vital.