Program MBG

Presiden Prabowo Subianto berencana memberikan bantuan motor, kemungkinan Motor Listrik, kepada penyuluh KB, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai apresiasi atas peran mereka dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD.
Rencana ini disampaikan setelah pertemuan Prabowo dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji pada 25 November 2025 di Istana Merdeka, Jakarta. TPK dan penyuluh telah mendukung distribusi MBG ke lebih dari 3 juta penerima manfaat, dengan 597.898 TPK secara nasional dan 42.163 di antaranya aktif di lapangan.
Motor dimaksudkan untuk mempermudah mobilitas penyuluh dalam mendistribusikan MBG langsung ke rumah penerima, sekaligus sebagai bentuk dukungan atas dedikasi mereka. Prabowo juga meminta penguatan edukasi bagi penyuluh KB agar program keluarga berencana lebih efektif.
Hingga Februari 2026, rencana ini masih dalam tahap persiapan, dengan beberapa sumber menyebut kemungkinan sudah mulai disalurkan.

Pada tanggal 29 Januari 2026, sekitar 70 siswa SMAN 2 Kudus mengalami dugaan Keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari sebelumnya.
Siswa melaporkan gejala mual, pusing, diare, dan mulas mulai pukul 10.30 WIB; 70 siswa dievakuasi ke rumah sakit terdekat seperti RSUD Loekmono Hadi (22 siswa), RS Satkes (17), dan lainnya. Pemkab Kudus, TNI-Polri, dan Dinkes bergerak cepat dengan observasi dan pengambilan sampel makanan/feses untuk tes lab; perawatan gratis ditanggung BPJS.
Bupati Sam'ani memastikan Evaluasi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk mencegah kejadian serupa, termasuk apel dan pengarahan koordinator MBG. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin janji evaluasi menyeluruh soal makanan dan distribusi MBG di sekolah tersebut.