Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Pope Leo

Seka one
2 minggu yang lalu
Pope Leo XIV Menangis: “Hentikan Spiral Kekerasan Ini, Dunia di Ambang Tragedi Besar!”

Pope Leo XIV Menangis: “Hentikan Spiral Kekerasan Ini, Dunia di Ambang Tragedi Besar!”

Pope Leo XIV Menangis: “Hentikan Spiral Kekerasan Ini, Dunia di Ambang Tragedi Besar!”
News

Pope Leo XIV, Paus Amerika pertama yang terpilih Mei 2025, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Timur Tengah dan Iran, memperingatkan bahwa dunia berada "di ambang tragedi proporsi besar" akibat serangan AS-Israel yang menewaskan Ayatollah Khamenei. Dalam pidato Angelus di Lapangan St. Peter pada 1 Maret 2026, ia menangis emosional sambil mendesak semua pihak "terutama AS, Israel, dan Iran" untuk bertanggung jawab moral menghentikan "spiral kekerasan" sebelum jadi jurang tak terobati. Paus menekankan stabilitas tak dicapai via ancaman atau senjata yang timbulkan kehancuran, tapi hanya lewat dialog rasional, tulus, dan bertanggung jawab.

 

Paus Leo XIV secara spesifik soroti balasan Iran berupa 137 rudal dan 209 drone ke UEA, yang lumpuhkan bandara Dubai-Abu Dhabi, sebagai bukti kegagalan diplomasi pasca-operasi "Epic Fury" Trump yang tewaskan Khamenei serta dua jenderal IRGC. Ia tegaskan "tidak ada konflik jauh ketika martabat manusia dipertaruhkan," sejalan kritiknya sebelumnya terhadap Trump soal kebijakan konflik Karibia dan Ukraina. Seruan ini sinkron dengan Sekjen PBB Guterres yang minta hentikan permusuhan untuk cegah perang regional luas.​

 

Sebagai kritikus vokal Trump sejak pemilihannya, Paus Leo XIV tuduh antusiasme Washington untuk konflik perburuk stabilitas global, termasuk bom bunker buster ke situs nuklir Iran. Pernyataan emosional ini respons langsung konfirmasi Trump soal "operasi sukses besar," di mana ia ancam balasan lebih keras jika Iran lanjutkan rudal ke Teluk. Paus ajak umat berdoa untuk perdamaian, tekankan kesejahteraan rakyat yang haus hidup Damai berbasis keadilan.​

 

Seruan Paus komplikasikan narasi Trump, dukung posisi China-Rusia yang kutuk serangan sebagai pelanggaran hukum internasional di sidang darurat DK PBB. Di Indonesia, ini selaraskan dengan tawaran mediasi Prabowo ke Teheran meski JK anggap mustahil dan desakan MUI mundur Board of Peace Trump, sementara Polri waspadai efek domino keamanan-ekonomi pasca-lonjakan BBM Rp 400-500/liter. Hingga malam 1 Maret 2026, suara Vatikan perkuat tekanan multilateral untuk de-eskalasi sebelum risiko PD3 spekulatif membesar.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap