Pewarta Nusantara
Add Post Menu

PD3

Seka one
2 minggu yang lalu
Khamenei Tewas! Iran Hujan Rudal Balas Dendam, Selat Hormuz Ditutup – PD3 di Depan Mata?

Khamenei Tewas! Iran Hujan Rudal Balas Dendam, Selat Hormuz Ditutup – PD3 di Depan Mata?

Khamenei Tewas! Iran Hujan Rudal Balas Dendam, Selat Hormuz Ditutup – PD3 di Depan Mata?
News

Media pemerintah Iran, termasuk stasiun TV negara dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Tewas pada Sabtu (28 Februari 2026) akibat serangan udara AS dan Israel di Teheran. Khamenei, yang berusia 86 tahun, dilaporkan tewas di kantornya saat menjalankan tugas, dengan kerusakan signifikan terlihat di kompleks Leadership House melalui citra satelit. Iran menyebut kematian ini sebagai "syahid" dan memasuki masa berkabung 40 hari, sambil menjanjikan "pemberontakan melawan penindas".

Iran langsung membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke target militer Israel, termasuk Tel Aviv, serta pangkalan AS di kawasan Teluk seperti Dubai, Doha, dan Manama. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut operasi ini sebagai respons atas "agresi brutal" yang menewaskan Khamenei serta tokoh-tokoh seperti Komandan IRGC Mohammad Pakpour. Presiden AS Donald Trump mengklaim serangan AS-Israel menargetkan fasilitas nuklir dan rudal Iran, dengan bom "intensif dan presisi" yang akan berlanjut jika diperlukan.​

IRGC secara resmi menutup Selat Hormuz, jalur vital pengiriman 20-30% minyak dunia, melalui peringatan radio kepada kapal-kapal di sekitar wilayah tersebut. Penutupan ini diberlakukan karena "kondisi tidak aman" pasca-serangan AS-Israel, menyebabkan pengalihan sementara kapal tanker minyak besar dan potensi lonjakan harga energi global. Iran telah lama mengancam langkah ini sebagai senjata strategis, dan kini diimplementasikan penuh oleh Angkatan Laut IRGC.​

"PD3" merujuk pada spekulasi Perang Dunia 3 akibat eskalasi ini, dengan keterlibatan potensial Rusia (perjanjian rudal dengan Iran) dan China (pasokan rudal supersonik) yang bisa memperluas konflik. Penutupan Hormuz mengancam pasokan energi global, memaksa AS mempertimbangkan respons militer lebih lanjut, sementara Trump mendesak rakyat Iran bangkit melawan rezim. Namun, hingga 1 Maret 2026, belum ada indikasi keterlibatan langsung kekuatan global lain yang memicu perang skala dunia; situasi tetap dinamis dengan serangan balasan Iran ke sekutu AS-Israel.

Kematian Khamenei memicu vakum kekuasaan; putranya Mojtaba Khamenei disebut sebagai kandidat potensial karena pengaruh di balik layar, meski Dewan Pakar akan memilih pengganti resmi. Calon lain termasuk kepala yudikatif atau staf Khamenei, dengan proses yang bisa memicu instabilitas internal di tengah tekanan eksternal. Iran menegaskan balas dendam, tapi faktor suksesi bisa memengaruhi intensitas respons militer ke depan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
2 minggu yang lalu
China & Rusia Murka Berat: Serangan AS-Israel ke Iran “Pelanggaran Berat Hukum Internasional”

China & Rusia Murka Berat: Serangan AS-Israel ke Iran “Pelanggaran Berat Hukum Internasional”

China & Rusia Murka Berat: Serangan AS-Israel ke Iran “Pelanggaran Berat Hukum Internasional”
News

China menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan militer AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, menegaskan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati sepenuhnya. Kementerian Luar Negeri China mendesak penghentian segera aksi militer, menyerukan dialog dan negosiasi untuk jaga stabilitas Timur Tengah, sambil hindari eskalasi lebih lanjut yang berisiko global. Pernyataan ini menyoroti komitmen Beijing pada prinsip non-intervensi, terutama karena Iran sebagai mitra strategis di inisiatif Belt and Road.​

Rusia mengutuk keras serangan tersebut sebagai "agresi bersenjata tanpa provokasi" terhadap negara berdaulat, melanggar Piagam PBB dan prinsip hukum internasional dasar. Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, di sidang darurat Dewan Keamanan pada 1 Maret 2026, menyebut tindakan AS-Israel sebagai pengkhianatan diplomasi dan campur tangan urusan internal Iran. Moskow memperingatkan risiko bencana kemanusiaan dan eskalasi tak terkendali di Timur Tengah, dengan implikasi langsung pada sekutu Rusia seperti Iran yang terhubung via perjanjian rudal S-400.​

Sidang darurat DK PBB, diminta Prancis, Bahrain, China, Rusia, dan Kolombia, memanas dengan kecaman Rusia-China terhadap Washington-Yerusalem, sementara Sekjen Antonio Guterres desak hentikan permusuhan. Rusia tuduh serangan ini gegabah, merusak negosiasi nuklir sebelumnya, dan berpotensi jerumuskan kawasan ke jurang perang regional. China dan Rusia bersikap sinkron, menolak narasi AS soal ancaman nuklir Iran sebagai dalih agresi.​

Reaksi murka duo ini perkuat poros anti-Barat, dengan Rusia-China potensial dukung Iran via suplai senjata atau veto resolusi PBB pro-AS. Hal ini komplikasikan tawaran mediasi Prabowo RI, di mana JK ragukan efektivitas karena ketidaksetaraan, sementara MUI desak mundur dari Board of Peace Trump. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran perburuk ketegangan, dorong harga minyak dunia, dan ancam ekonomi RI via kenaikan BBM serta inflasi. Hingga malam 1 Maret 2026, situasi dinamis dengan risiko PD3 spekulatif jika Rusia-China intervensi langsung.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap