Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
Pewarta Nusantara, Jombang - Mendes Halim Memberi Apresiasi untuk Relawan Desa Tanggap Bencana di Diwek, Jombang.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, memberikan apresiasi terhadap terbentuknya Relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Destana memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan dan bantuan darurat kepada korban bencana sebelum bantuan resmi dari pemerintah atau lembaga lainnya tiba.
Dalam lokakarya dan pelatihan relawan Destana, Mendes Halim menyampaikan apresiasinya dan berencana mengadakan lomba mitigasi bencana di Kecamatan Diwek sebagai bentuk dukungan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Destana di Kecamatan Diwek menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia, sehingga Mendes Halim berharap lomba ini akan menjadi motivasi bagi masyarakat Desa Diwek dan memberikan contoh terbaik dalam penanganan bencana.
Mendes Halim juga menyoroti pentingnya penanganan bencana di tingkat desa. Menurutnya, masalah bencana selalu ada di semua tingkatan, termasuk di desa-desa.
Oleh karena itu, mitigasi bencana harus dilakukan secara masif dan tidak hanya terfokus pada bencana alam, tetapi juga bencana non-alam dan bencana sosial.
Gus Halim berharap agar penanggulangan bencana dapat dimulai dari upaya mitigasi yang melibatkan pemahaman masyarakat tentang potensi bencana, persiapan evakuasi, dan pengawasan terhadap lingkungan sekitar, termasuk pesantren.
Lokakarya dan pelatihan ini dihadiri oleh kepala desa, sekretaris desa, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, dan warga masyarakat Kecamatan Diwek.
Baca juga: Presiden Jokowi: Indonesia Emas 2045, Misi Besar yang Harus Dijalankan dengan Kepemimpinan Berkelanjutan!
Dengan adanya Destana, diharapkan penanganan bencana di wilayah tersebut dapat ditingkatkan secara efektif dan berkelanjutan. (*IBs)
Pewarta Nusantara, Suroboyo - Gus Halim, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), mendorong pemanfaatan teknologi dengan melalui aplikasi digital untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing koperasi di berbagai aspek operasional dan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus senantiasa berakar pada budaya desa.
Pesan tersebut disampaikan Gus Halim saat meluncurkan aplikasi digital Koperasi Urun Dana Sejahtera dengan tema "Kebangkitan Pengusaha" di Grand INNA Tunjungan, Surabaya, pada tanggal 14 Juni.
Gus Halim menyatakan bahwa aplikasi Koperasi Urun Dana Sejahtera Jawa Timur diimplementasikan untuk kepentingan kesejahteraan warga masyarakat desa.
Gus Halim menjelaskan bahwa koperasi dapat membantu mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa dengan menyediakan peluang usaha dan pemasaran bersama.
Melalui kerja sama dan kolaborasi, masyarakat desa dapat mengakses sumber daya dan modal yang lebih besar.
Dalam peluncuran aplikasi Koperasi Urun Dana Sejahtera ini, Gus Halim berharap bahwa itu dapat memudahkan dan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat desa.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti perkembangan teknologi sambil tetap berpegang pada akar budaya.
Gus Halim menyatakan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian desa karena seringkali menyediakan akses ke modal dan kredit yang sulit diperoleh oleh individu atau kelompok kecil di desa.
Hal ini menjadi alasan mengapa Gus Halim selalu mendukung keberadaan koperasi dalam meningkatkan perekonomian di desa.
Ia juga mengungkapkan bahwa, ketika dipanggil oleh Presiden, ada dua hal yang menjadi pesan utama Presiden untuk dilaksanakan, yaitu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Gus Halim menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia adalah dua hal yang menjadi fokusnya.
Baca juga: JATAM: Kemitraan Eksploitatif JETP Indonesia Tidak Menjawab Krisis Iklim dengan Benar
Melalui dana desa yang dialokasikan melalui APBN, ia berusaha untuk memberikan dampak yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di 74.961 desa di Indonesia.
Peluncuran aplikasi Koperasi Urun Dana Sejahtera ini dihadiri oleh puluhan pelaku usaha dan pegiat koperasi yang berasal dari seluruh wilayah Jawa Timur.
Acara ini menjadi platform bagi para pelaku usaha dan pegiat koperasi untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman serta memperluas jaringan kerja sama di tingkat regional. (*Ibs)