Imlek

Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari, sementara Ramadhan dimulai sekitar 21 Maret 2026, sehingga keduanya terpisah hampir sebulan dan tidak bersamaan. Namun, Presiden Prabowo Subianto memang menyoroti semangat kebersamaan lintas agama di momen-momen perayaan besar seperti ini sebagai "wajah asli Indonesia yang bersatu," meski konteksnya lebih luas terkait toleransi di tengah krisis global Iran.
Tahun 2026 menampilkan libur Imlek yang menciptakan long weekend (14-17 Februari), diikuti Nyepi (19 Maret) dan Idul Fitri (21-22 Maret), memungkinkan umat Islam dan Tionghoa rayakan momen sakral secara berturut-turut. Pemerintah via SKB 3 Menteri tetapkan Imlek sebagai hari libur nasional untuk hormati 7% penduduk keturunan Tionghoa, sementara Ramadhan-Idulfitri jadi libur panjang nasional. Prabowo sering tekankan harmoni ini dalam pidato, seperti saat Imlek lalu di mana ia sebut keragaman sebagai kekuatan NKRI, bukan pembeda.
Prabowo kerap ungkapkan kebanggaan atas pluralisme Indonesia saat perayaan lintas agama, misalnya dalam silaturahmi Imlek 2025 di mana ia bilang "ini wajah asli bangsa yang saling bahu-membahu." Pernyataan serupa muncul pasca-kekacauan politik dinasti Kaltim dan eskalasi Iran, di mana ia dorong persatuan umat demi stabilitas ekonomi—termasuk antisipasi inflasi BBM akibat Hormuz. Meski Imlek-Ramadhan tak bareng, narasinya simbolisasi gotong royong, selaras tawaran mediasi AS-Iran yang tolak JK serta desakan MUI mundur Board of Peace.
Kedekatan tanggal ini jadi peluang refleksi toleransi, di mana umat Tionghoa rayakan Tahun Kuda Api (simbol energi) lalu umat Islam sambut Ramadhan puasa. Prabowo manfaatkan momentum ini promosikan program pangan mandiri dan subsidi BBM stabil pasca-krisis global, hindari efek domino seperti demo umat atau kenaikan harga sembako. Di tengah bandara Dubai lumpuh dan kritik Paus Leo XIV soal "spiral kekerasan," pesan Prabowo ingatkan identitas RI sebagai negara damai yang hormati semua hari suci.

Ribuan lampion Imlek menghiasi kawasan Pasar Gede Solo untuk sambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili (2026), ciptakan nuansa meriah malam hari.
Lampion dipasang membentang sepanjang Pasar Gede, jembatan, dan Jalan Jenderal Sudirman hingga Balai Kota Solo, termasuk bentuk bulat, shio kuda api, dewa rejeki, serta karakter kartun; total sekitar 5.000 unit mulai dinyalakan 1 Februari 2026. Panitia siapkan barongsai, liong, festival kuliner Tionghoa-Solo, fun walk, workshop, donor darah, takjil 500 porsi, hingga Cap Go Meh 3 Maret; adaptasi Ramadan dengan tambah elemen Idul Fitri agar toleransi terjaga.
Dekorasi kuatkan Solo sebagai kota wisata Imlek, tingkatkan kunjungan meski hujan, dorong ekonomi pedagang, dan simbol harmoni budaya dipecinan tradisional.