FREEPalestine

Unggahan tentang wahana teropong di Israel untuk melihat Gaza memang telah viral di media sosial Indonesia, mengutip laporan The Irish Times. Fasilitas ini disebut disewakan seharga 5 shekel (sekitar Rp26.000) untuk durasi 2,5 menit, menampilkan pemandangan gedung-gedung di Gaza yang masih berdiri. Pemandu setempat mengklaim hal itu membuktikan operasi militer Israel hanya menargetkan "teroris" demi keamanan.
Konteks Krisis Gaza
Kondisi kelaparan di Gaza semakin parah, dengan ribuan anak mengalami malnutrisi akut akibat blokade dan konflik berkepanjangan. Laporan PBB mencatat ratusan kematian anak terkait kelaparan sejak Oktober 2023. Unggahan jurnalis ini menyoroti kontras antara penderitaan warga Gaza dan aktivitas wisata di perbatasan Israel.
Respons Media Sosial
Video tersebut menyebar luas di Instagram, TikTok, dan YouTube, memicu kecaman netizen atas insensitivitas wahana tersebut. Beberapa unggahan menekankan bahwa ini mencerminkan dehumanisasi terhadap penderitaan Palestina. Namun, narasi pemandu Israel menegaskan kehancuran tidak menyeluruh.
Video: Tirto

Israel memang sedang mempertimbangkan rencana pembangunan penjara dengan parit buaya sebagai pengaman ekstrem untuk mencegah pelarian narapidana. Usulan ini berasal dari Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, yang terinspirasi model penjara di Everglades, Florida, AS, terkait dengan Donald Trump.
Latar Belakang Usulan
Wakil Komisaris Layanan Penjara Israel telah mengunjungi peternakan buaya di Hamat Gader untuk studi terkait proyek ini, di tengah kekhawatiran meningkatnya upaya kabur narapidana Palestina. Rencana penjara baru ini diusulkan dibangun di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, dengan buaya dipindahkan dari taman hewan setempat.
Inspirasi dari AS
Model Everglades memanfaatkan habitat alami buaya sebagai penghalang alami tanpa perlu tembok perimeter tebal, yang dianggap efektif mencegah pelarian. Ben-Gvir menyatakan ide ini untuk memperketat pengamanan tahanan keamanan.
Status Terkini
Otoritas Penjara Israel masih meneliti usulan "tidak biasa" ini sejak Desember 2025, dengan laporan terbaru pada awal Januari 2026 menyebut kunjungan edukatif ke peternakan buaya. Belum ada keputusan final, tapi diskusi berlanjut di tengah situasi keamanan yang tegang.