EkonomiIndonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan perjanjian perdagangan timbal balik (ART) dengan AS yang ditandatangani 19 Februari 2026 di Washington DC membawa manfaat bersama bagi kedua negara. Indonesia setuju hapus 99% tarif impor produk industri, pangan, dan pertanian AS, sementara AS turunkan tarif jadi 19% untuk barang RI dengan potensi lebih rendah lagi. Prabowo sebut kesepakatan ini dorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, ketahanan rantai pasok, dan kemitraan strategis jangka panjang.
Termasuk aturan asal barang, hambatan nontarif, sektor digital, hak buruh, lingkungan, plus deal komersial senilai miliaran dolar AS untuk pesawat, pertanian, dan energi.
Meski MA AS batalkan sebagian tarif Trump, Prabowo bilang RI sudah siap hadapi segala skenario sambil hormati dinamika politik AS.

Badan Pusat Statistik (BPS) memang mengumumkan jumlah pengangguran terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 7,35 juta orang per November 2025, anjlok 109.000 orang dari Agustus 2025 yang mencapai 7,46 juta. Penurunan ini menunjukkan tingkat pengangguran terbuka 4,74 persen, didorong naiknya penyerapan tenaga kerja hingga 147,91 juta orang.
Penduduk bekerja bertambah 1,37 juta orang, terutama di sektor akomodasi/makan minum, industri pengolahan, dan perdagangan besar-kecil. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik ke 70,95 persen, dengan proporsi pekerja formal 42,30 persen dan pekerja penuh waktu 67,94 persen.
Pengangguran terbanyak di perkotaan (5,65 persen) vs perdesaan (3,31 persen); laki-laki 4,75 persen, perempuan 4,71 persen. Pertanian tetap lapangan usaha terbesar, tapi sektor jasa tumbuh pesat.

Gates Foundation, yayasan filantropi milik Bill Gates yang didirikan pada 2022, menunjuk Sri Mulyani karena pengalamannya sebagai ekonom terkemuka, termasuk memimpin reformasi keuangan di Indonesia dan Bank Dunia. Pengangkatan ini dilakukan di tengah komitmen yayasan untuk menghabiskan dana abadinya dalam 20 tahun ke depan guna mengatasi kemiskinan global dan meningkatkan kesejahteraan.
Pernyataan Sri Mulyani
Ia menyatakan merasa terhormat bergabung untuk berkontribusi pada tantangan dan peluang besar, memuji dampak yayasan selama 20 tahun terakhir dalam menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup.
Anggota Dewan Lainnya
Sri Mulyani akan bekerja bersama Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates. Baroness Nemat Shafik sementara cuti untuk tugasnya sebagai penasihat ekonomi PM Inggris.