Diplomasi

Presiden Prabowo Subianto tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Rabu, 25 Februari 2026, sebagai bagian dari kunjungan kerja untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara Teluk tersebut.
Kedatangan Prabowo disambut dengan prosesi kehormatan penuh, termasuk pasukan jajar TNI setempat, dan penghargaan tinggi dari pemerintah UEA.
Pesawat Garuda Indonesia-1 mendarat di Bandar Udara Presidential Flight sekitar pukul 18.00 waktu setempat, di mana Prabowo disambut oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazrouei, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, serta Duta Besar UEA untuk RI Abdulla Salem Obaid Salem AlDaheri. Usai upacara penyambutan yang khidmat, rombongan langsung menuju hotel di Abu Dhabi untuk persiapan agenda utama. Kunjungan ini melanjutkan lawatan dari Amman, Yordania, sebagai rangkaian Diplomasi aktif Prabowo pasca-pelantikan.
Prabowo dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk membahas strategi kemitraan di berbagai sektor, termasuk energi, investasi, perdagangan, dan perlindungan. Fokus utama mencakup peningkatan kerja sama ekonomi mengingat UEA sebagai mitra dagang terbesar Indonesia di Timur Tengah, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai miliaran dolar pada tahun 2025. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan baru, melanjutkan MoU sebelumnya di bidang infrastruktur IKN dan energi terbarukan.
Hubungan Indonesia-UEA telah erat sejak era Soeharto, namun semakin banyak strategi di bawah Prabowo dengan penekanan pada investasi Sovereign Wealth Fund UEA ke proyek-proyek strategis RI seperti food estate dan hilirisasi nikel. Kunjungan ini bagian dari empat negara dalam 10 hari terakhir, menegaskan komitmen Prabowo perluas jejaring global pasca-tarif AS yang tekan ekspor RI. Masyarakat positif sambut langkah ini sebagai upaya menstabilkan ekonomi domestik melalui mitra Teluk yang stabil.

Presiden Prabowo Subianto disambut secara istimewa saat tiba di Bandara Udara Militer Marka, Amman, Yordania, pada Selasa malam, 24 Februari 2026, dengan Putra Mahkota Yordania Al Hussein bin Abdullah II dan pengawal kehormatan dari dua pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Yordania.
Kedatangan pesawat kepresidenan Indonesia mendapat pengawalan udara simbolis dari jet tempur F-16 milik Royal Jordanian Air Force sejak memasuki wilayah udara Yordania, yang menjadi tanda penghormatan tinggi dari Kerajaan Yordania Hasyimiah kepada kepala negara Indonesia. Di landasan bandara militer tersebut, Putra Mahkota Al Hussein—putra sulung Raja Abdullah II—secara pribadi menyambut kedatangan Prabowo beserta rombongan, termasuk Menlu Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setelah upacara penyambutan singkat, rombongan langsung menuju hotel di Amman untuk istirahat sebelum agenda utama pada 25 Februari.
Kunjungan ini merupakan lawatan kerja kedua Prabowo ke Yordania setelah yang pertama pada April 2025, bertepatan dengan bulan Ramadhan 2026 dan menandai 75 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Yordania. Pada Rabu, 25 Februari 2026, Prabowo bertemu Raja Abdullah II di Istana Basman atau Al Husseiniya untuk membahas perluasan kemitraan strategi di sektor pertahanan, pendidikan, pertanian, energi, ekonomi, serta isu kemanusiaan di Timur Tengah. Penyambutan mewah dengan putra mahkota dan F-16 mencerminkan hubungan pribadi erat antara Prabowo dan keluarga Kerajaan Yordania, yang telah terjalin sejak lama melalui interaksi dan militer sebelumnya.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese tiba di Istana Merdeka pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul sekitar 09.00 WIB, untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan. Ia dikawal secara khidmat oleh 17 motor pengawal Polisi Militer serta 80 pasukan berkuda (40 di depan dan 40 di belakang mobilnya) dari TNI AD, Polri, dan Paspampres.
Presiden Prabowo menyambut langsung Albanese setelah mobilnya memasuki gerbang Istana Merdeka. Upacara penyambutan mencakup pasukan jajar kehormatan, Tari Naikonos Lari dari NTT, lagu kebangsaan kedua negara, serta perkenalan delegasi.
Kunjungan ini berlangsung 5-7 Februari 2026, dengan agenda utama penandatanganan Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia untuk memperkuat hubungan bilateral. Ini merupakan kunjungan kedua Albanese ke Indonesia sejak Prabowo menjabat presiden, setelah Mei 2025.

Presiden Prabowo Subianto memberikan Koin Kepresidenan sebagai kenang-kenangan kepada petugas pengamanan Swiss saat meninggalkan Bandara Internasional Zurich. Momen ini terjadi pada Jumat (23/1/2026) usai menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, sebelum bertolak ke Paris.
Prabowo tiba di Swiss dari Inggris pada 18 Januari 2026 untuk agenda WEF, termasuk pidato kunci dan dialog dengan CEO global. Ia menyapa satu per satu pengawal Swiss secara pribadi, menunjukkan apresiasi atas pengamanan selama kunjungan.
Setelah Swiss, pesawat kepresidenan menuju Prancis untuk undangan makan malam dari Presiden Macron, sebelum kembali ke Indonesia pada Sabtu sore (24/1/2026) via Jakarta. Koin kepresidenan sering diberikan sebagai tradisi diplomatik AS yang diadopsi banyak pemimpin.