Banjir Jakarta

Jakarta mengalami kemacetan parah dan banjir luapan pada 22 Januari 2026 akibat hujan deras kategori ekstrem yang mengguyur sejak dini hari hingga malam.
Cawang dan Jalan DI Panjaitan: Banjir setinggi 30-70 cm lumpuhkan lalu lintas, kendaraan mengular 2-3 km dari arah Cililitan ke Jatinegara, petugas polisi dan Dishub berjibaku mengurai. Jakarta Timur dan Selatan: Genangan meluas ke kawasan seperti Dewi Sartika, dengan ketinggian air 40-50 cm menghambat arus pagi hingga sore.
Wilayah RT Tergenang Ruas Jalan Tergenang Jakarta Barat 132 RT (terparah di Kapuk) 22 ruas (termasuk Petogogan) Jakarta Timur Bagian dari 80-132 RTCawang, DI Panjaitan Jakarta Selatan26 RT di satu kelurahan20+ ruas awal
Total Hingga pukul 18-19 WIB, 132 RT dan 22 ruas jalan terendam, naik dari 45 RT siang hari, disebabkan curah hujan tinggi dan drainase tersumbat.
BPBD, Dishub, dan DSDA lakukan penyedotan air serta pengaturan lalu lintas di pintu air Manggarai yang ketinggiannya naik signifikan. Potensi hujan ekstrem berlanjut hingga 23 Januari, warga disarankan hindari rute rawan dan pantau update real-time.

Hujan deras mengguyur Jakarta sejak dini hari Minggu, 18 Januari 2026, menyebabkan genangan air di 47 RT dan 23 ruas jalan hingga pukul 15.00 WIB. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel, pompa air, dan koordinasi dengan dinas terkait untuk penyedotan, meski sebagian titik mulai surut.
Jakarta Pusat: 13 RT di Kelurahan Serdang, ketinggian hingga 30 cm.
Jakarta Timur: 8 RT di Kelurahan Cakung Barat, Rawa Terate, dan Cawang.
Wilayah lain seperti Jakarta Utara (Rorotan, 100 cm), Jakarta Barat (Glodok, Hayam Wuruk 50 cm), serta Jakarta Selatan dan Utara mengalami genangan serupa; beberapa titik seperti Duri Kepa, Jembatan Lima, dan Kampung Melayu sudah surut.
Jalan Kampung Sepatan (Rorotan, Jakarta Utara, 100 cm), Jalan Gunung Sahari (Pademangan Barat, 70 cm), Jalan Hayam Wuruk (Glodok, 50 cm).
Titik lain termasuk Jalan Delta (Serdang), Jalan Anggrek (Rawa Badak Utara), Jalan Rorotan 10, Jalan Taman Stasiun (Tanjung Priok), dan Jalan Cakung Cilincing Raya; sebagian besar ketinggian 10–70 cm dan dalam proses penanganan.
Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama, ditambah luapan kali dan drainase tersumbat. BPBD mengimbau warga waspada, hindari area genangan, dan hubungi 112 untuk darurat; target surut cepat melalui penyedotan dan optimalisasi drainase.

Banjir di Jakarta pada 12 Januari 2026 menyebabkan kemacetan parah di berbagai ruas seperti Tol JORR, Cakung-Cililitan, dan arteri utama lainnya. Seorang sopir truk es batu mengeluh muatannya mencair signifikan akibat terjebak berjam-jam, sehingga perusahaan memotong gajinya proporsional atas kerugian barang yang tidak terkirim.
Kronologi Insiden
Hujan deras sejak siang merendam 23 ruas jalan dengan genangan 30-50 cm, memicu mogok massal motor dan antrean truk panjang hingga malam hari. Sopir tersebut start dari Cakung menuju utara tapi mandek 6 jam, es batu cair total 70% saat akhirnya sampai tujuan.
Dampak Ekonomi
Potongan gaji ini memicu perdebatan di media sosial tentang tanggung jawab pengusaha saat force majeure seperti banjir rutin Jakarta. Pemprov DKI siagakan 1.200 pompa air tapi genangan baru surut parsial hingga 13 Januari pagi.