Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Uang Kertas Australia Jadi Sorotan, Warganet Indonesia Ikut Pamer Kreasi Unik di Media Sosial

Uang kertas Australia kembali menarik perhatian karena desain polimer dan fitur keamanannya. Di media sosial, warganet Indonesia turut menjadikannya bahan kreativitas, humor, dan desain unik.

Uang kertas Australia kembali menarik perhatian pengguna media sosial karena tampilannya yang khas. Berbeda dari uang kertas berbahan kertas yang umum dikenal, seluruh pecahan uang Australia saat ini menggunakan bahan polimer atau plastik dengan beragam elemen desain dan fitur keamanan.

Reserve Bank of Australia (RBA) menerbitkan lima pecahan uang kertas, yakni 5, 10, 20, 50, dan 100 dolar Australia. Uang tersebut menggunakan bahan polimer yang membuatnya lebih tahan lama sekaligus memungkinkan penerapan fitur keamanan seperti jendela transparan, tinta fluoresen, cetakan timbul, serta elemen yang berubah ketika uang dimiringkan.

Karakteristik tersebut membuat uang Australia memiliki tampilan yang berbeda dari banyak mata uang lainnya. Pada seri yang digunakan saat ini, misalnya, terdapat jendela transparan yang menjadi bagian integral dari lembaran uang. Fitur tersebut tidak sekadar menjadi unsur visual, tetapi juga berfungsi sebagai salah satu sistem pengamanan untuk membantu masyarakat membedakan uang asli dan palsu.

Perhatian terhadap desain uang Australia kemudian ikut muncul dalam percakapan warganet Indonesia. Sejumlah pengguna media sosial memanfaatkan tampilan uang tersebut sebagai bahan kreativitas, mulai dari membuat desain ulang, menambahkan ilustrasi, hingga mengubahnya menjadi konten humor dan parodi.

Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana desain mata uang dapat berkembang menjadi bagian dari budaya visual di media sosial. Uang yang pada dasarnya berfungsi sebagai alat pembayaran juga dapat menjadi objek fotografi, koleksi, desain, maupun bahan kreasi digital.

Australia sendiri mulai menggunakan uang kertas polimer secara luas pada 1990-an. Seri polimer pertama diperkenalkan secara bertahap antara 1992 hingga 1996 setelah sebelumnya teknologi tersebut diuji melalui uang kertas peringatan 10 dolar pada 1988. Menurut RBA, penggunaan polimer bertujuan meningkatkan keamanan uang terhadap pemalsuan sekaligus membuatnya lebih tahan lama.

Meski demikian, uang yang beredar secara resmi tetap memiliki standar desain dan fitur keamanan yang ditetapkan RBA. Kreasi atau modifikasi gambar uang yang beredar di media sosial tidak berarti menjadi desain resmi mata uang Australia. RBA mencatat bahwa setiap pecahan memiliki nomor seri unik dan sejumlah fitur yang dapat digunakan untuk memeriksa keasliannya.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.