
Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia tetap mempertahankan sikap non-blok atau non-align terkait ambisi Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark. Pernyataan ini disampaikan Sugiono saat di Bad Ragaz, Swiss, pada 23-24 Januari 2026, di mana ia menekankan prioritas utama adalah menjaga kepentingan nasional di tengah situasi dunia yang dinamis.
Ambisi Trump untuk menguasai Greenland didasari alasan strategis di kawasan Arktik, termasuk ancaman dari Rusia dan China, serta potensi sumber daya alam yang besar. Langkah ini memicu ketegangan dengan Eropa, di mana Trump mengumumkan “kerangka kerja” kesepakatan pada 21 Januari 2026 dan membatalkan tarif terhadap negara Eropa yang menentang.
Sugiono menjelaskan Indonesia tidak memihak siapa pun, sejalan dengan politik luar negeri bebas-aktif, sambil berharap perdamaian dan stabilitas global terjaga seperti yang disampaikan Presiden Prabowo di WEF Davos. Posisi ini konsisten meski situasi Greenland dinamis dan berpotensi mengganggu stabilitas Atlantik Utara.