Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Siswi SMK Asal Tasikmalaya Hilang Berhari-Hari, Ditemukan di Lantai 33 Apartemen Tokyo PIK 2

Delis Lisnidilah (16), siswi SMK asal Tasikmalaya yang dilaporkan hilang sejak 2 Oktober 2026, ditemukan di lantai 33 Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, pada 12 Oktober. Polisi kini memprioritaskan pemulihan korban sambil mendalami kronologi dan alasan kepergiannya.

Delis Lisnidilah (16), siswi kelas X SMK asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ditemukan setelah dilaporkan hilang sejak 2 Oktober 2026. Polisi menemukan remaja tersebut di lantai 33 Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten, pada Minggu, 12 Oktober 2026. Ia dilaporkan ditemukan dalam kondisi selamat.

Kasus ini bermula ketika Delis berpamitan untuk membeli makanan dari tempat tinggalnya di kawasan Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, ia tidak kembali sehingga keluarganya melakukan pencarian secara mandiri sebelum melaporkan kehilangan tersebut kepada polisi.

Setelah menerima laporan, jajaran Polres Tasikmalaya melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mencari keberadaan Delis. Penyelidikan akhirnya mengarah ke kawasan Tokyo PIK 2 di Tangerang, tempat remaja itu ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, menyampaikan bahwa setelah ditemukan, Delis belum dapat memberikan keterangan secara maksimal. Karena itu, polisi memprioritaskan keselamatan dan pemulihan kondisi psikologisnya.

Delis kemudian ditempatkan di rumah aman untuk mendapatkan pendampingan. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak yang menangani perlindungan anak agar proses pemulihan berlangsung dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi korban.

Hingga 13 Oktober 2026, polisi masih mendalami alasan Delis meninggalkan tempat tinggalnya dan bagaimana ia bisa berada di apartemen tersebut. Belum ada kesimpulan resmi mengenai motif kepergiannya maupun dugaan keterlibatan pihak lain.

Penemuan Delis mengakhiri pencarian yang membuat keluarganya khawatir, tetapi penyelidikan masih berlanjut. Mengingat korban masih berusia 16 tahun, privasi dan kondisi psikologisnya perlu dijaga selama proses pemeriksaan berlangsung.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.