Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Pria 26 Tahun di India Jalani Pemeriksaan Kesuburan, Dokter Temukan Rahim di Dalam Tubuh

Pria 26 tahun di Delhi, India, menjalani pemeriksaan infertilitas dan ditemukan memiliki rahim serta struktur menyerupai saluran tuba. Dokter menduga kondisi langka PMDS.

Seorang pria berusia 26 tahun di Delhi, India, mendapat temuan medis tak biasa ketika menjalani pemeriksaan karena masalah kesuburan. Dokter menemukan struktur menyerupai rahim dan saluran tuba di dalam rongga tubuhnya.

Pria tersebut datang ke RG Hospitals, Rajouri Garden, bersama istrinya setelah mengalami infertilitas primer. Pemeriksaan sperma menunjukkan kondisi azoospermia, yakni tidak ditemukannya sperma dalam air mani. Dokter juga mendapati kedua testis pasien tidak berada di dalam skrotum, melainkan masih berada di dalam rongga perut.

Seorang pria berusia 26 tahun di Delhi, India, menjalani pemeriksaan kesuburan setelah mengalami masalah saat berhubungan. Pemeriksaan USG dan MRI kemudian mengungkap kondisi langka: ia memiliki rahim yang berkembang di dalam tubuhnya.

Pemeriksaan lanjutan menggunakan ultrasonografi dan MRI kemudian menunjukkan adanya rahim kecil yang belum berkembang sempurna serta struktur berbentuk tabung yang menyerupai saluran tuba. Tes genetik menunjukkan pasien memiliki pola kromosom 46,XY. The Times of India

Dokter menduga kondisi tersebut merupakan Persistent Müllerian Duct Syndrome (PMDS), kelainan bawaan yang sangat jarang terjadi. Pada kondisi ini, struktur Müllerian yang biasanya menghilang selama perkembangan janin laki-laki tetap bertahan sehingga dapat ditemukan struktur seperti rahim dan saluran tuba.

Kasus tersebut menjadi semakin serius setelah pemeriksaan jaringan menemukan perubahan prakanker atau Germ Cell Neoplasia In Situ (GCNIS) pada salah satu testis. Karena kedua testis telah lama tidak turun dan mengalami kerusakan berat, tim medis kemudian melakukan operasi laparoskopi untuk mengangkat struktur Müllerian dan kedua testis.

Dokter Susheel Kharbanda, ahli urologi RG Hospitals, mengatakan kasus tersebut sangat tidak biasa karena kondisi bawaan itu baru diketahui ketika pasien telah dewasa dan menjalani pemeriksaan infertilitas. PMDS umumnya ditemukan lebih awal, terutama ketika seseorang mengalami testis tidak turun.

Kasus ini menunjukkan bahwa masalah kesuburan pada pria dapat berkaitan dengan kondisi bawaan yang tidak terdeteksi sejak masa kanak-kanak. Pemeriksaan lebih lanjut menjadi penting terutama ketika ditemukan kelainan seperti kedua testis tidak berada pada posisi normal.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.