Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Polisi di Kupang Jadi Ketua RT, Manfaatkan Keahlian Latih Anjing untuk Bantu Bangun Rumah Warga

Polisi di Kupang ini memanfaatkan keahliannya sebagai pelatih anjing K-9 untuk membantu warga. Aipda Vinsensius Loye membantu bedah rumah warga kurang mampu. Uniknya, ia menukar jasanya melatih anjing dengan material seperti batu bata, besi, dan seng. Kisah lama ini kembali viral dan mengingatkan bahwa keahlian juga bisa menjadi bentuk kebaikan.

Ada kisah menarik dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, tentang seorang anggota polisi yang menggunakan keahlian profesionalnya untuk membantu warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Polisi tersebut adalah Aipda Vinsensius Loye. Selain bertugas di Unit Satwa K-9 Polda NTT, ia pernah dipercaya warga menjadi Ketua RT 041, RW 001, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Aipda Vinsensius Loye, ia adalah seorang Kasubditcakal Polisi Satwa (K-9) Ditsamapta Polda NTT. Sehari-hari ia latih dan rawat anjing untuk lacak narkoba, SAR, dan kendalikan masa di Kupang, NTT.

Sebagai anggota Unit Satwa, Vinsen memiliki keahlian melatih dan merawat anjing pelacak. Keahlian tersebut kemudian ia manfaatkan dengan cara yang cukup unik untuk membantu pembangunan rumah warga kurang mampu.

Saat melihat salah satu rumah warga dalam kondisi tidak layak, Vinsen tergerak untuk melakukan bedah rumah. Rumah tersebut bahkan kerap kemasukan air ketika hujan sehingga penghuninya harus naik ke atas tempat tidur untuk menghindari genangan.

la memiliki 2 tetangga tak mampu, janda tiga anak, dan duda lansia, yang tinggal di rumah tidak layak huni. la ingin membantu keduanya, tapi saat itu gajinya terbatas dan ia harus nafkahi 4 anaknya.

Vinsen kemudian mengajak sejumlah rekannya yang memiliki usaha untuk ikut membantu. Sebagian keuntungan usaha mereka dialokasikan untuk pembangunan rumah tersebut. Namun, kebutuhan material masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Alih-alih menyerah, ia kerja tambahan, tawarkan jasanya, melatih anjing pelacak. Tapi ia menolak dibayar dengan uang tunai. la meminta dibayar dengan bahan bangunan: batu bata, besi, seng, dll.

Di sinilah keahliannya sebagai pelatih anjing K-9 dimanfaatkan. Vinsen meminta bantuan kepada orang-orang yang memiliki anjing yang ia latih. Sebagai imbalannya, bukan uang tunai yang ia minta, melainkan material bangunan seperti batu bata, besi, dan seng.

Dalam waktu 1 bulan, ia berhasil membangun rumah untuk tetangga pertamanya. Setahun berikutnya, ia ulangi cara yang sama, dan bangun rumah kedua, dengan 90% dari uang pribadinya sendiri.

Dalam waktu sekitar satu bulan, rumah berukuran 5 x 7 meter tersebut akhirnya selesai dibangun. Cara tersebut menjadi contoh bagaimana keahlian seseorang dapat ditukar dengan kebutuhan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Tak berhenti di situ, Vinsen juga membantu membedah rumah kedua, milik seorang janda yang memiliki tiga anak dan seorang cucu. Untuk rumah kedua ini, sekitar 80–90 persen kebutuhan material disebut berasal dari dana pribadinya.

Setelah bangun 2 rumah itu, 2022, warga percayakannya jadi Ketua RT 041, Kelurahan Liliba, Kota Kupang. la lalu buka akses jalan bagi belasan rumah warga di pinggir kali yang sebelumnya terisolasi.

Kegiatan sosial tersebut ia lakukan di sela tugasnya sebagai anggota Polri. Vinsen menegaskan bahwa tugas kepolisian tetap menjadi prioritas, sementara urusan RT dikoordinasikan dengan timnya ketika ia sedang menjalankan tugas di luar kota.

Dedikasinya ini membuatnya diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2023 oleh Bidang Humas Polda NTT. Warga pun sepakat, kembali percayakannya memimpin RT untuk periode berikutnya.

Kisah Vinsen menunjukkan bahwa membantu masyarakat tidak selalu harus dilakukan dengan memberikan uang. Keahlian, jaringan, waktu, dan kemampuan yang dimiliki juga dapat menjadi bentuk kontribusi yang memberikan manfaat langsung bagi orang lain.

Di sela-sela tugasnya, Aipda Vinsen membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak peduli. Karena, solusi masalah besar bisa datang dari skill kecil yang dimiliki, asal mau dibagi.

Catatan: kisah mengenai Vinsen ini pernah diberitakan detikcom pada 2023, sehingga unggahan yang kembali viral saat ini merupakan cerita lama yang kembali mendapat perhatian.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.