Ada kisah menarik dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, tentang seorang anggota polisi yang menggunakan keahlian profesionalnya untuk membantu warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Polisi tersebut adalah Aipda Vinsensius Loye. Selain bertugas di Unit Satwa K-9 Polda NTT, ia pernah dipercaya warga menjadi Ketua RT 041, RW 001, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Sebagai anggota Unit Satwa, Vinsen memiliki keahlian melatih dan merawat anjing pelacak. Keahlian tersebut kemudian ia manfaatkan dengan cara yang cukup unik untuk membantu pembangunan rumah warga kurang mampu.
Saat melihat salah satu rumah warga dalam kondisi tidak layak, Vinsen tergerak untuk melakukan bedah rumah. Rumah tersebut bahkan kerap kemasukan air ketika hujan sehingga penghuninya harus naik ke atas tempat tidur untuk menghindari genangan.

Vinsen kemudian mengajak sejumlah rekannya yang memiliki usaha untuk ikut membantu. Sebagian keuntungan usaha mereka dialokasikan untuk pembangunan rumah tersebut. Namun, kebutuhan material masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Di sinilah keahliannya sebagai pelatih anjing K-9 dimanfaatkan. Vinsen meminta bantuan kepada orang-orang yang memiliki anjing yang ia latih. Sebagai imbalannya, bukan uang tunai yang ia minta, melainkan material bangunan seperti batu bata, besi, dan seng.

Dalam waktu sekitar satu bulan, rumah berukuran 5 x 7 meter tersebut akhirnya selesai dibangun. Cara tersebut menjadi contoh bagaimana keahlian seseorang dapat ditukar dengan kebutuhan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Tak berhenti di situ, Vinsen juga membantu membedah rumah kedua, milik seorang janda yang memiliki tiga anak dan seorang cucu. Untuk rumah kedua ini, sekitar 80–90 persen kebutuhan material disebut berasal dari dana pribadinya.

Kegiatan sosial tersebut ia lakukan di sela tugasnya sebagai anggota Polri. Vinsen menegaskan bahwa tugas kepolisian tetap menjadi prioritas, sementara urusan RT dikoordinasikan dengan timnya ketika ia sedang menjalankan tugas di luar kota.

Kisah Vinsen menunjukkan bahwa membantu masyarakat tidak selalu harus dilakukan dengan memberikan uang. Keahlian, jaringan, waktu, dan kemampuan yang dimiliki juga dapat menjadi bentuk kontribusi yang memberikan manfaat langsung bagi orang lain.

Catatan: kisah mengenai Vinsen ini pernah diberitakan detikcom pada 2023, sehingga unggahan yang kembali viral saat ini merupakan cerita lama yang kembali mendapat perhatian.