Sebelum jam alarm, kulkas, radar, dan mesin otomatis digunakan luas, berbagai kebutuhan sehari-hari dipenuhi melalui pekerjaan yang kini terdengar tidak biasa. Orang dibangunkan oleh “jam weker manusia”, berita disampaikan secara lisan di jalan, dan es dipotong dari danau untuk menjaga makanan tetap segar.



Pekerjaan-pekerjaan itu muncul karena teknologi yang tersedia pada masanya belum mampu menggantikan tugas manusia. Sebagian berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, seperti pengantar susu dan penyala lampu jalan, sementara lainnya mendukung komunikasi, transportasi, hiburan, serta pengolahan informasi.


Di sejumlah tempat, penyampai berita keliling mengumumkan berita dan informasi penting kepada masyarakat sebelum surat kabar serta komunikasi massal tersedia secara luas. Pembaca pabrik juga membacakan berita atau buku dengan suara keras untuk menemani para pekerja sebelum radio digunakan.


Perubahan teknologi kemudian mengurangi kebutuhan terhadap pekerjaan tertentu. Operator sambungan telepon yang dahulu menghubungkan panggilan secara manual melalui switchboard perlahan tersisih oleh sistem telepon otomatis. Di bioskop, operator proyektor menjalankan dan mengatur proyektor film sebelum peralihan ke sistem digital.


Pekerjaan lain berkaitan dengan kebutuhan kota dan industri. Penangkap tikus bertugas menangkap tikus untuk mencegah penyebaran penyakit dan hama, sedangkan pengangkut kayu mengalirkan batang kayu melalui sungai menuju penggergajian bertenaga air sebelum truk mampu mengangkut kayu dalam jumlah besar.


Di bidang layanan sehari-hari, pengantar susu mengantarkan susu segar langsung ke rumah-rumah sebelum kulkas digunakan secara luas. Penyala lampu jalan menyalakan, mengisi bahan bakar, dan memadamkan lampu menggunakan tongkat panjang sebelum listrik digunakan secara luas. Penata pin bowling juga menyusun kembali pin secara manual setelah setiap lemparan.


Kemajuan mesin dan sistem otomatis turut mengubah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. “Human computer” melakukan perhitungan matematika secara manual sebelum komputer elektronik tersedia. Sementara itu, pendengar pesawat menggunakan alat akustik raksasa untuk mendeteksi suara pesawat musuh sebelum radar ditemukan.
