Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Pangeran Harry Murka, Trump Disebut Meremehkan NATO

Pangeran Harry memang menyatakan kemarahannya terhadap Presiden Donald Trump atas pernyataan yang meremehkan peran NATO dalam Perang Afghanistan. Ia menekankan pengorbanan besar-besaran dari tentara NATO, termasuk pengalaman pribadinya yang kehilangan teman di sana. Trump,…

Pangeran Harry memang menyatakan kemarahannya terhadap Presiden Donald Trump atas pernyataan yang meremehkan peran NATO dalam Perang Afghanistan. Ia menekankan pengorbanan besar-besaran dari tentara NATO, termasuk pengalaman pribadinya yang kehilangan teman di sana.

Trump, dalam wawancara Fox News pada 22 Januari 2026, menyebut pasukan NATO “agak di belakang” garis depan saat operasi di Afghanistan pasca-9/11, dan meragukan dukungan mereka jika AS membutuhkan bantuan. Ia mengklaim AS jarang meminta bantuan nyata dari aliansi tersebut.

Duke of Sussex, yang bertugas dua kali di Afghanistan, merilis pernyataan pada 23 Januari 2026, menyebut pengorbanan NATO harus dihormati dengan jujur. “Saya bertugas di sana. Saya punya teman di sana, dan saya kehilangan teman di sana,” katanya, merujuk 457 tentara Inggris yang tewas.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut komentar Trump sebagai “penghinaan mengerikan”.

Veteran dan pejabat NATO dari Polandia, Denmark, hingga Inggris mengecam, menuntut maaf atas pengorbanan sekutu yang diabaikan.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menyebut prajurit Inggris sebagai pahlawan.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.