
Orangutan Tapanuli, spesies primata paling langka di dunia, ditemukan mati akibat banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada awal Desember 2025.
Kronologi Tragis
Bangkai ditemukan tim SAR di Desa Pulo Pakkat pada 3 Desember, tertimbun gelondongan kayu yang terseret arus dari hulu Sungai Garoga, habitat utama spesies ini. Banjir bandang akhir November menewaskan lebih dari 1.000 orang dan merusak ekosistem Batang Toru, di mana hanya tersisa kurang dari 800 ekor orangutan Tapanuli.
Ancaman Lingkungan
Kematian ini jadi tanda alam kritis: deforestasi, fragmentasi hutan, dan longsor akibat kerusakan ekosistem mempercepat kepunahan spesies yang ditemukan baru 2017. Aktivis desak pemerintah lindungi DAS Batang Toru sebagai kawasan strategis nasional.