
Nicke Widyawati, mantan Direktur Utama Pertamina, menyatakan bahwa BUMN Indonesia memiliki misi paling rumit di dunia karena harus menjalankan beragam regulasi dan kebijakan pemerintah secara bersamaan.
Pernyataan itu disampaikan saat Nicke bersaksi di sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PN Jakarta Pusat pada 20 Januari 2026, terkait kasus yang merugikan negara hingga Rp285,18 triliun.
Pertamina tidak hanya mengelola migas hulu-hilir, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, public service obligation (PSO), keterlibatan UMKM, dan bisnis perintis yang sulit dijangkau swasta.
Terdapat tiga regulasi utama yang membatasi operasional, dituangkan dalam rencana jangka panjang dan visi-misi perusahaan, meski Nicke klaim tetap dijalankan selama kepemimpinannya.