
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengungkap adanya pungutan tidak resmi di jembatan darurat swadaya masyarakat di Aceh Singkil dan Kutacane, yang dikeluhkan warga. Ia menyampaikan hal ini saat rapat koordinasi di Hotel Daka, menyoroti pungli seperti Rp10 ribu per kali melintas yang dilakukan warga penjaga jembatan. Pernyataan ini muncul di tengah keluhan lambatnya perbaikan infrastruktur pasca-banjir.
Latar Belakang Masalah
Jembatan darurat dibangun swadaya warga karena pemerintah dinilai lamban menangani putusnya akses akibat banjir, seperti di Desa Gosong Telaga Barat, Singkil Utara. Warga terpaksa pungut biaya untuk perawatan, meski hal ini tidak diinginkan, karena negara absen di situasi darurat. Kritik juga datang dari Plt Sekretaris DPW Partai Aceh, Subkiyadi, yang pertanyakan anggaran BTT Aceh Singkil 2025.
Respons Pemerintah
Mualem instruksikan pemda serius tangani bencana, termasuk perbaikan jembatan, meski sebelumnya beri peringatan keras agar mundur jika tak mampu. Ia juga minta KSAD TNI percepat bantuan infrastruktur saat pertemuan dengan pejabat terkait. Koordinasi dengan stakeholder terus dilakukan untuk hentikan pungli dan bangun jembatan permanen.