
Moody’s memangkas outlook rating utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada 5 Februari 2026, meski rating tetap Baa2 (investment grade).
Penurunan dipicu kekhawatiran atas kredibilitas kebijakan fiskal, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Perumahan Rakyat yang berisiko perluas defisit APBN hingga di atas 3% PDB. Moody’s khawatir pendanaan ini memangkas anggaran infrastruktur dan pendidikan, ditambah basis pajak lemah. Rating outlook negatif berpotensi picu outflow investor dari SBN (target penerbitan Rp800T di 2026), naikkan biaya bunga utang (sudah Rp600T tahun ini), dan tekan nilai tukar rupiah. Tanpa perbaikan, rating bisa turun ke Baa3, perburuk siklus utang. Menkeu Purbaya Yudha optimistis, yakin pertumbuhan ekonomi 5%+ dan komitmen bayar utang akan pulihkan kepercayaan; BI jaga stabilitas rupiah.