
Menteri Luar Negari Sugiono menegaskan bahwa pasukan TNI yang dikirim ke Gaza sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF) tidak akan terlibat operasi militer atau tempur. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran publik usai komitmen Presiden Prabowo di Board of Peace, menjamin misi murni kemanusiaan.
Pasukan hingga 8.000 personel hanya bertugas lindungi warga sipil, bantu distribusi kemanusiaan, dan pertahankan diri jika diserang, tanpa pelucutan senjata atau demiliterisasi. Timeline siapkan 1.000 personel awal April 2026, sisanya Juni, menunggu persetujuan politik.
Penegasan ini respons Amnesty International yang khawatirkan risiko misi di zona konflik, dengan TNI tekankan profesionalisme perdamaian seperti misi sebelumnya.