Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Legenda Sepak Bola Malaysia Abdah Alif Menikah di Usia 72 Tahun, Istrinya Disebut Berusia 20 Tahun

Legenda sepak bola Malaysia Datuk Abdah Alif, 72 tahun, menikah dengan perempuan yang disebut berusia 20 tahun pada 27 Agustus 2026 di Kuala Terengganu. Pernikahan itu dikonfirmasi adiknya, Datuk Yunus Alif, yang menyebut kedua keluarga telah memberikan restu.

Kabar pernikahan legenda sepak bola Malaysia, Datuk Abdah Alif, menarik perhatian publik setelah foto-foto pernikahannya beredar luas di media sosial. Mantan pemain tim nasional Malaysia yang kini berusia 72 tahun tersebut dikabarkan menikahi seorang perempuan berusia 20 tahun. Pernikahan dengan selisih usia sekitar 52 tahun itu pun menjadi perbincangan warganet dan penggemar sepak bola.

Pernikahan tersebut berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Kuala Terengganu, Malaysia. Kepastian kabar itu disampaikan oleh adik Abdah, Datuk Yunus Alif, yang juga dikenal sebagai mantan pemain dan pelatih tim nasional Malaysia. Yunus mengonfirmasi bahwa kakaknya telah menikah dengan perempuan pilihannya setelah sejumlah foto pasangan tersebut tersebar di media sosial dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai status hubungan mereka.

Menurut Yunus, pernikahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dan restu dari kedua keluarga. Ia juga menyampaikan harapan agar rumah tangga yang baru dibangun kakaknya dapat berjalan harmonis dan bertahan dalam jangka panjang. Pernyataan keluarga tersebut sekaligus menjawab rasa penasaran publik yang sebelumnya ramai membicarakan foto-foto pernikahan Abdah bersama pasangan barunya.

Yunus turut menjelaskan bahwa kakaknya kemungkinan sedang menghabiskan waktu bersama sang istri setelah pernikahan sehingga tidak dapat menjawab panggilan telepon dari pihak yang berusaha menghubunginya. Ia pun memilih menyampaikan doa terbaik bagi pasangan tersebut, berharap keduanya dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia.

Kabar pernikahan ini kembali membawa nama Abdah Alif ke perhatian masyarakat, khususnya para penggemar sepak bola Malaysia. Namanya dikenal sebagai salah satu pemain penting dalam generasi Harimau Malaya pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an. Ia pernah memperkuat tim nasional Malaysia dan menjadi bagian dari skuad yang mencatat sejumlah pencapaian penting di tingkat regional maupun internasional.

Salah satu momen bersejarah dalam karier Abdah adalah keberhasilan Malaysia mengamankan tiket ke Olimpiade Moskow 1980 melalui jalur kualifikasi. Saat itu, Malaysia mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1 dalam pertandingan penentuan. Namun, tim nasional Malaysia akhirnya tidak tampil di Olimpiade tersebut karena keputusan negara untuk memboikot penyelenggaraan di Moskow sebagai bentuk protes atas invasi Uni Soviet ke Afghanistan.

Selain kiprahnya bersama tim nasional, Abdah juga pernah memperkuat klub di kompetisi domestik Malaysia. Pengalamannya sebagai pemain membuat ia menjadi bagian dari generasi yang dikenang dalam perjalanan sepak bola negara tersebut. Setelah bertahun-tahun tidak menjadi sorotan utama seperti saat masih aktif bermain, kabar pernikahannya kini kembali membuat namanya ramai diperbincangkan.

Perhatian publik terhadap pernikahan Abdah bukan hanya berkaitan dengan statusnya sebagai mantan atlet, tetapi juga perbedaan usia yang cukup jauh antara dirinya dan pasangan. Meski demikian, berdasarkan keterangan keluarganya, pernikahan tersebut telah memperoleh persetujuan kedua belah pihak keluarga. Beragam tanggapan yang muncul di media sosial menunjukkan bagaimana kehidupan pribadi tokoh publik dapat menjadi perhatian luas ketika informasi dan foto-fotonya tersebar secara daring.

Terlepas dari ramainya perbincangan, kabar ini menandai babak baru dalam kehidupan pribadi Abdah Alif setelah perjalanan panjangnya di dunia sepak bola. Keluarga berharap pernikahan tersebut membawa kebahagiaan bagi keduanya. Sementara itu, perhatian penggemar terhadap sosok Abdah kembali mengingatkan publik pada kontribusinya dalam sejarah sepak bola Malaysia, yang kini berjalan berdampingan dengan kisah baru dalam kehidupan pribadinya.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.