
Ribuan warga pendukung pemerintah Iran menggelar demonstrasi besar-besaran di Teheran pada Senin, 12 Januari 2026, memenuhi jalanan ibu kota hingga Lapangan Enqelab. Aksi ini mengecam dugaan intervensi Amerika Serikat dan Israel dalam memicu protes anti-pemerintah yang telah berlangsung dua pekan.
Tujuan Demonstrasi
Pendukung rezim berkumpul untuk menentang “perusuh bersenjata” yang dituding didalangi pihak luar, sambil mengibarkan bendera nasional dan meneriakkan slogan anti-AS serta anti-Israel. Ini menjadi respons terhadap gelombang protes awal yang dipicu krisis ekonomi, depresiasi rial, dan naiknya harga bensin.
Konteks Ketegangan
Protes anti-pemerintah sejak akhir Desember 2025 telah tewaskan hingga 646 orang menurut HRANA, dengan lebih dari 10.000 ditangkap dan pemadaman internet 100 jam. Presiden AS Donald Trump pantau situasi dan pertimbangkan opsi kuat, sementara Iran tuduh AS-Israel biayai kekacauan.