
Kisah Martin Namasaka, petani muda asal Kenya, viral di media sosial berkat aksinya berjalan keliling Nairobi sambil memakai router WiFi portabel di atas helm untuk menjual layanan hotspot.
Martin memulai usaha ini setelah menjual jagung panen untuk membeli router 4G/5G (KSh 2500), helm (KSh 800), dan pakaian kerja, karena terpesona dengan tampilan router dan ingin bantu orang tanpa akses internet. Ia menawarkan koneksi di tempat ramai seperti terminal bus dengan tarif Rp50-60 (KSh 50) per sesi, naik matatu sambil promosi via tout.
Meski dikritik sebagai “pencuri data” atau bahaya radiasi, Martin tetap optimis, minta sponsor dari Safaricom untuk ekspansi ke desa, dan kini dapat penghasilan harian stabil. Viralnya sejak Desember 2025 jadi inspirasi kreativitas anak muda Afrika.