Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Jacob Cass, Warga AS yang Mengoleksi Arsip Sejarah Indonesia Yang Belum Dipublikasikan

Jacob Cass, warga Amerika Serikat, mengoleksi ribuan foto dan dokumen sejarah Indonesia dari berbagai periode. Koleksinya mencakup arsip Hindia Belanda hingga dokumentasi peristiwa politik Indonesia pada 1960-an.

Sejumlah dokumentasi sejarah Indonesia kembali menjadi perhatian setelah dibagikan Jacob Cass, warga Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun mengoleksi foto dan dokumen bersejarah tentang Indonesia.

Cass dikenal melalui akun media sosial @koleksi_sejarah_indo, tempat ia membagikan berbagai arsip yang diperolehnya dari kolektor, pedagang arsip, maupun perusahaan media di luar negeri. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bahkan pernah mengundangnya dalam diskusi mengenai koleksi foto bersejarah Indonesia pada Maret 2024.

Dalam diskusi bersama ANRI, Cass menjelaskan bahwa sebagian besar foto yang dikoleksinya berasal dari media cetak di Amerika Serikat dan Eropa. Sejumlah perusahaan media yang menyimpan arsip tersebut telah berhenti beroperasi atau mengalami kesulitan, sehingga sebagian koleksinya kemudian berpindah ke tangan kolektor.

Koleksi Cass mencakup berbagai periode sejarah Indonesia. Media yang pernah mewawancarainya pada 2025 menyebut koleksinya terdiri dari sekitar 2.000 foto, 300 dokumen saham perusahaan dari periode Hindia Belanda, serta buku dan pamflet.

Salah satu koleksi yang pernah menjadi perhatian adalah foto yang memperlihatkan detik-detik menjelang eksekusi Letnan Kolonel Untung Syamsuri pada 1967. Cass mengatakan foto tersebut berasal dari arsip perusahaan media AFP/Belga dan ia sendiri tidak mengetahui secara pasti bagaimana foto tersebut bisa berada dalam arsip luar negeri.

Foto tersebut bukan satu-satunya dokumentasi mengenai periode 1965–1967 yang dimiliki Cass. Ia juga pernah membagikan sejumlah arsip lain berkaitan dengan tokoh dan peristiwa pada masa tersebut. Pada 2026, sejumlah dokumen yang berkaitan dengan Ade Irma Suryani Nasution juga kembali diperbincangkan setelah diunggah melalui koleksi Indonesia Historical Archive. Dokumen itu disebut berasal dari catatan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Oktober 1965.

Di luar koleksi pribadi, keberadaan arsip semacam ini juga menunjukkan bahwa sebagian rekaman sejarah Indonesia tersebar di berbagai negara dan lembaga media. Karena itu, asal-usul, tanggal, konteks, serta keaslian setiap dokumen tetap perlu ditelusuri satu per satu sebelum digunakan sebagai sumber sejarah.

ANRI sendiri mencatat bahwa Cass terbuka terhadap kemungkinan koleksinya dialihmediakan oleh lembaga tersebut untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan penelitian sejarah. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga arsip yang saat ini berada dalam koleksi pribadi agar tetap dapat diakses generasi mendatang.

Koleksi Jacob Cass pada akhirnya tidak hanya menarik karena menampilkan foto-foto yang jarang terlihat publik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dokumen sejarah Indonesia dapat tersimpan jauh dari negara asalnya selama puluhan tahun sebelum kembali ditemukan dan diperkenalkan kepada masyarakat.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.