Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Ikan Sapu-Sapu Ciliwung: Dari Hama Invasif Jadi Campuran Siomay

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) dari Kali Ciliwung memang menempuh perjalanan unik dari hama invasif menjadi bahan makanan seperti siomay. Populasi ikan ini di Sungai Ciliwung melonjak 24 kali lipat dalam 14 tahun, dari 12…

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) dari Kali Ciliwung memang menempuh perjalanan unik dari hama invasif menjadi bahan makanan seperti siomay.

Populasi ikan ini di Sungai Ciliwung melonjak 24 kali lipat dalam 14 tahun, dari 12 ekor (2011) menjadi 287-296 ekor (2023-2024), mendominasi 19% total ikan di 18 stasiun pantauan sepanjang Bogor-Depok-Jakarta. Spesies invasif asal Amerika Selatan ini tahan polusi tinggi, mengikis bantaran sungai, dan menggeser ikan lokal seperti regis atau benter. Warga seperti di kolong jembatan Jakarta Selatan (Jagakarsa, Duren Kalibata) menangkapnya pakai jala atau ban saat air surut, bisa 10+ kg/hari; ikan dikumpul, dipotong untuk ambil daging (dihitung per berat ikan utuh), lalu dijual ke pedagang pengolah.

Dagingnya dihaluskan untuk campuran siomay atau bakso ikan di gerobak pinggir jalan, seperti dekat Stasiun Duren Kalibata, meski proses sederhana tanpa pengawasan mutu. Tak layak konsumsi karena tinggi logam berat (merkuri, kadmium), bakteri koliform, dan mikroplastik dari air tercemar; bisa picu keracunan atau gangguan pencernaan jika rutin dimakan, kata Dinas PKP DKI.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.