
Hamas menolak ultimatum Israel yang menuntut pelucutan senjata total dalam 60 hari, menyebutnya sebagai ancaman tak berdasar yang akan memicu eskalasi regional.
Sami Abu Zuhri (anggota biro politik) sebut rakyat Palestina tak akan menyerah; Khaled Meshaal tolak disarmament karena buat warga Gaza “korban mudah dieliminasi”.
Sekretaris Kabinet Yossi Fuchs berikan tenggat 60 hari (dimulai ~19 Februari pasca-KTT Trump), klaim dukungan AS; jika gagal, IDF lanjutkan operasi Gaza.
Fase kedua gencatan rapuh; Israel tolak mundur penuh, AS siapkan pasukan penjaga perdamaian jika Hamas patuh.