Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Guru di Aceh Tengah Seberangi Sungai demi Mengajar Pada hari Pertama Sekolah Pasca Banjir

Dua guru di Desa Serampah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, nekat menyeberangi sungai deras menggunakan flying fox darurat demi mengajar pada hari pertama sekolah pascabencana banjir bandang, Senin 5 Januari 2026. Kronologi Perjuangan Jembatan menuju…

Dua guru di Desa Serampah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, nekat menyeberangi sungai deras menggunakan flying fox darurat demi mengajar pada hari pertama sekolah pascabencana banjir bandang, Senin 5 Januari 2026.

Kronologi Perjuangan

Jembatan menuju sekolah di wilayah Bah hanyut terbawa banjir, memaksa guru Pendidikan Agama Islam SMPN 44 Takengon, Rahmi Sasmita Sari, dan rekan guru lainnya meluncur berdua di flying fox tanpa pelampung atau alat keselamatan. Aliran sungai masih deras akibat limpahan banjir sebelumnya, membuat akses darat terputus total hingga belum ada jalur alternatif.

Dedikasi dan Respons Publik

Aksi berisiko tinggi ini viral di media sosial, menuai pujian atas dedikasi guru di daerah terpencil pascabencana. Video menunjukkan mereka berhasil menyeberang selamat untuk memastikan belajar-mengajar tetap berjalan di tengah keterbatasan infrastruktur.

Konteks Pascabencana

Banjir bandang di Aceh Tengah merusak akses transportasi menuju sekolah pedalaman, menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur pendidikan di wilayah rawan bencana. Belum ada pernyataan resmi pemerintah daerah terkait solusi jangka pendek.

​Video: Sindonews

Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.