
Gunung sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, memang kian menjulang tinggi hingga mencapai 73 meter—setara gedung 20+ lantai—dan hampir kehabisan ruang dengan timbunan 55 juta ton atau 80%+ dari kapasitas 110-117 hektare.
Tumpukan sampah terus bertambah 7.000-7.700 ton/hari dari DKI Jakarta dan sekitarnya, dengan prediksi umur TPA tinggal 6 tahun jika pengelolaan tak diperbaiki. Beberapa zona longsor berulang (contoh Des 2025 timpa 3 truk), bau menyengat, pencemaran air tanah, dan lalat merajalela jadi isu utama.
Volume sampah Jakarta naik pasca-pandemi, minim daur ulang di sumber.
Penutupan lubang TPA lambat; idealnya ditimbun tanah tiap lapis tapi overload. PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan RDF baru tahap awal, belum signifikan kurangi volume.
Pemprov DKI targetkan TPA baru di Sunter/Cipinang (2027), sementara pemerintah dorong teknologi PLTSa dan insinerator; Menteri LHk ancam kasus pidana pencemaran ke penyidikan.