
Ahmad Falih Al Hafid (24), guru honorer di MIN 6 Sragen, Jawa Tengah, hanya digaji Rp 500.000 per bulan sejak Juli 2025, sehingga ia menunda pernikahan dan beternak ayam serta kambing untuk tambahan penghasilan.
Statusnya sebagai guru ekstra (bukan melalui SIMPATIKA yang belum dibuka), tapi tugas setara guru tetap, membuatnya bertahan demi pengalaman untuk PPPK atau CPNS meski gaji tak cukup untuk hidup mandiri. Ia mengajar di madrasah negeri setelah pengalaman swasta, tapi biaya hidup mendorong usaha sampingan di luar jam sekolah.
Dengan gaji minim, Falih yakin akan ada kenaikan honor meski belum pasti, dan memilih profesi ini untuk memanfaatkan ilmu pendidikan serta amanat orang tua. Ia mengakui ragu membiayai keluarga dengan pendapatan segitu, prioritas pengalaman kerja lebih penting daripada ganti profesi