Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

FamilyMart Jepang Izinkan Karyawan Berhijab Mulai 1 September, Tuai Pro dan Kontra di Media Sosial

FamilyMart Jepang resmi mengizinkan karyawan perempuan Muslim memakai hijab saat bekerja mulai 1 September 2026. Selain hijab, karyawan juga bebas memilih warna rambut dan akan menggunakan seragam baru model T-shirt.

FamilyMart Jepang resmi memperbarui aturan penampilan bagi karyawan tokonya. Mulai 1 September 2026, pekerja diperbolehkan memilih warna rambut secara bebas dan karyawan perempuan Muslim diperbolehkan mengenakan hijab saat bekerja.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari standar penampilan baru yang disebut “Famima Code”. FamilyMart mengatakan aturan ini dibuat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan beragamnya nilai serta latar belakang para pekerja.

Selain aturan penampilan yang lebih fleksibel, FamilyMart juga memperbarui seragam karyawan untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Seragam yang sebelumnya menggunakan model jaket kini diganti dengan model T-shirt, tersedia dalam pilihan lengan pendek dan lengan panjang.

Perubahan tersebut akan diterapkan di sekitar 16.500 gerai FamilyMart di seluruh Jepang. Perusahaan menyebut kebijakan baru ini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan merasa nyaman dan tetap dapat menunjukkan identitas serta gaya mereka, dengan tetap memperhatikan kebersihan, keselamatan, dan pelayanan kepada pelanggan.

Kebijakan mengenai hijab sebelumnya disebut dapat diberikan secara individual. Namun, melalui aturan baru ini, penggunaan hijab secara resmi diperbolehkan dalam standar penampilan perusahaan.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya FamilyMart mendapatkan lebih banyak tenaga kerja di tengah kondisi kekurangan pekerja di Jepang. Media Jepang melaporkan sekitar 13 persen dari sekitar 200.000 staf toko FamilyMart merupakan warga negara asing.

Meski bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif, keputusan tersebut memicu perdebatan di media sosial Jepang. Sebagian pengguna memberikan kritik terhadap diperbolehkannya hijab, termasuk mempertanyakan aspek kebersihan dan perubahan aturan perusahaan. Ada pula pengguna yang menyatakan akan memboikot FamilyMart.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang mendukung kebijakan tersebut dan menilai bahwa karyawan seharusnya dapat menjalankan keyakinan dan mengekspresikan dirinya selama tetap memenuhi standar kebersihan, keselamatan, dan pelayanan.

FamilyMart sendiri menegaskan bahwa kebebasan dalam aturan baru tersebut tetap memiliki batas. Prinsip kebersihan, pengelolaan higienitas, keselamatan kerja, dan pelayanan yang baik kepada pelanggan tetap menjadi dasar penerapan “Famima Code”.

Dengan kebijakan baru ini, FamilyMart berharap dapat menjadi salah satu tempat kerja yang lebih menarik bagi tenaga kerja dengan latar belakang yang beragam, sekaligus memperkuat proses perekrutan di tengah tantangan kekurangan tenaga kerja di Jepang.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.