
Harga emas dunia memang mengalami penurunan tajam sekitar 8-11% setelah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) pengganti Jerome Powell. Penurunan ini mencapai level terendah baru di bawah $5.000 per ounce, memicu aksi ambil untung besar-besaran di pasar komoditas.
Nominasi Warsh, mantan Gubernur Fed yang dikenal hawkish dan kritis terhadap kebijakan moneter longgar, memicu ekspektasi suku bunga tetap tinggi atau bahkan naik untuk kendalikan inflasi. Hal ini menguatkan Dolar AS dan imbal hasil Treasury, yang biasanya menekan harga emas sebagai aset safe haven.
Spot gold turun hingga 9,5% menjadi sekitar $4.883 per ounce, sementara futures emas AS anjlok 11,4% ke $4.745. Logam mulia lain seperti perak jatuh 27,7% ke $83,99 per ounce, mencatat penurunan terburuk sejak 1983, didorong juga oleh data inflasi produsen AS yang lebih tinggi dari ekspektasi.
Analis Standard Chartered menyebut ini profit-taking setelah rally parabola emas sebelumnya, dengan faktor dolar dan real yield sebagai pendorong utama. Meski anjlok harian, emas masih naik 13% sepanjang Januari 2026, dan diprediksi stabil di $4.600 sebelum tren bullish moderat kembali.