
Mantan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengkritik ketergantungan Eropa pada AS dalam pertahanan, menyatakan bahwa tanpa kontribusi Amerika, kemampuan pertahanan Eropa hanyalah “mimpi” atau ilusi belaka. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran atas masa depan NATO pasca-era kepemimpinannya, terutama terkait sikap AS di bawah Donald Trump.
Stoltenberg, yang digantikan Mark Rutte sejak Oktober 2024, tekankan Eropa tak bisa gantikan peran NATO atau bangun tentara sendiri tanpa duplikasi sia-sia. Ia soroti urgensi negara Eropa capai target belanja pertahanan 2% PDB, karena AS tak bisa dijamin bertahan selamanya di aliansi.
Eropa sambut baik seruan ini dengan pernyataan bersama Nordik-Jerman soal isu seperti Greenland, tapi tantangan tetap besar di tengah konflik Ukraina dan ancaman Rusia. Pernyataan Stoltenberg perkuat narasi transatlantik: dialog dengan Rusia perlu, tapi pertahanan kredibel tak tergantikan AS.