
Nadiem Makarim pernah dikritik karena membentuk “tim bayangan” atau shadow team sebanyak 400 orang di Kemendikbudristek pada 2022, yang dianggap menunjukkan kurangnya kepercayaan pada ASN kementerian.
Koordinator JPPI Ubaid Matraji menyatakan langkah itu kontraproduktif karena SDM Kemendikbud sudah berkualitas tinggi, berisi profesor dan doktor, tapi Nadiem lebih mempercayai tim eksternal. Kritik ini muncul saat Nadiem menyebut tim bayangan sebagai mitra permanen di bawah anak perusahaan Telkom untuk platform pembelajaran.
Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menilai Nadiem gagal membangun ASN menjadi tim solid dan lebih mengandalkan staf khusus atau vendor eksternal. Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat juga mempertanyakan dampak positif tim tersebut.
Isu ini dari 2022, tanpa berita serupa baru di 2026; Nadiem kini mantan menteri dan menghadapi kasus korupsi Chromebook.