
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membatasi sementara kapasitas pengolahan sampah di fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, menjadi maksimal 750 ton per hari. Langkah ini diambil untuk merespons keluhan warga terkait bau tidak sedap yang muncul saat kapasitas dinaikkan ke 1.000 ton. Bau terutama berasal dari air lindi yang tercecer selama pengangkutan sampah, bukan proses pengolahan RDF itu sendiri. Saat kapasitas 750 ton, tidak ada keluhan bau signifikan.
Pemprov DKI akan gunakan dump truck baru produksi 2025 dari Dinas Lingkungan Hidup untuk mengurangi kebocoran lindi. Ini sambil evaluasi menyeluruh agar RDF optimal tanpa ganggu warga. Pembatasan ini meredam protes sementara, meski RDF sebelumnya sempat dihentikan operasionalnya pada akhir Januari akibat isu serupa. Harapannya, fasilitas ini segera berjalan penuh tanpa dampak negatif.