Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Disindir Pandji, Dharma Pongrekun: Ini Berkah, Bukan Penghinaan

Dharma Pongrekun menanggapi penyebutan namanya di materi stand-up spesial “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono dengan nada positif dan menyebut sebagai sebuah berkah, bukan penghinaan. Ia merasa senang karena namanya disandingkan dengan sejumlah tokoh politik nasional…

Dharma Pongrekun menanggapi penyebutan namanya di materi stand-up spesial “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono dengan nada positif dan menyebut sebagai sebuah berkah, bukan penghinaan. Ia merasa senang karena namanya disandingkan dengan sejumlah tokoh politik nasional dalam materi komedi tersebut dan mengaku tidak memiliki kebenaran yang sama sekali.​

 

Sikap Dharma terhadap materi “Mens Rea”

Dharma berkata senang karena namanya berkali-kali disebut dan bahkan ditempatkan di bagian depan materi, meski ia menyadari konteksnya adalah roasting dan kritik.​

Ia menyebut ini sebagai “berkah” karena merasa dirinya yang bukan pejabat puncak bisa dipadukan dengan nama Presiden, Wakil Presiden, Jokowi, hingga Megawati, sehingga justru merasa terhormat.​

 

Soal tidak merasa tertekan

Dharma menegaskan bahwa persoalan ini tergantung sudut pandang; jika dilihat sebagai bahan lelucon dan ruang kritik, ia memilih untuk bersyukur daripada kebaikan.​

Ia juga bercerita bahwa keluarga dan kerabat di kampung justru bangga dan banyak yang menghubunginya setelah namanya viral lewat materi “Mens Rea”, sehingga ia semakin menganggap hal ini sebagai anugerah, bukan serangan pribadi.​

 

Latar belakang polemik “Mens Rea”

Sebelumnya, pendukung Dharma sempat melayangkan somasi etik terbuka dan ada laporan dari sejumlah organisasi terhadap materi “Mens Rea”, yang dianggap menimbulkan kegaduhan dan dinilai melecehkan.​

Di sisi lain, Dharma sendiri memilih untuk berdiskusi dengan jalan yang berbeda: membuka peluang dialog dengan Pandji dan menyatakan siap berdiskusi, termasuk soal sikapnya terkait Covid-19 yang juga menjadi bahan roasting dalam materi tersebut.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.