Di Brasil terdapat ribuan paleoburrow, yakni terowongan besar yang diyakini menjadi jejak aktivitas megafauna yang telah punah. Struktur ini berbeda dari gua biasa karena pada sejumlah bagian dindingnya ditemukan alur dan goresan yang menyerupai bekas aktivitas menggali.


Ukuran terowongan menjadi salah satu petunjuk penting. Sebagian paleoburrow memiliki panjang hingga puluhan meter, sementara sebuah sistem di Brasil dilaporkan mencapai sekitar 600 meter. Beberapa struktur juga memiliki ruang dan percabangan, bukan hanya lorong lurus.

Para peneliti mengaitkan paleoburrow tersebut dengan hewan-hewan besar yang hidup di Amerika Selatan pada masa Pleistosen. Kandidat yang sering disebut ialah kungkang tanah raksasa dan armadillo raksasa, tetapi pembuat setiap terowongan belum dapat dipastikan.


Bekas goresan pada dinding menjadi bukti utama dalam menelusuri asal-usul struktur itu. Peneliti menilai pola tersebut kompatibel dengan aktivitas cakar, meski identifikasi spesies berdasarkan jejak semacam itu masih memiliki keterbatasan karena fosil hewan pembuatnya tidak selalu ditemukan di dalam paleoburrow.

Paleoburrow di Amerika Selatan kemudian diklasifikasikan sebagai Megaichnus. Paleoburrow berukuran lebih besar umumnya dikaitkan dengan kungkang tanah, sedangkan terowongan yang lebih sempit dapat berhubungan dengan armadillo raksasa. Keduanya merupakan bagian dari megafauna Amerika Selatan yang bertahan hingga sekitar akhir Pleistosen.

Hewan pembuatnya telah lama punah, tetapi lorong yang mereka gali masih bertahan di dalam batuan. Karena itu, paleoburrow menjadi salah satu jejak tidak langsung untuk memahami ukuran tubuh, perilaku menggali, dan kemungkinan penggunaan ruang oleh megafauna masa lalu.