Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Deti-detik Jalan Amblas di Kabupaten Bener Meriah, Aceh

Ruas Jalan Pacuan Kuda di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, amblas mendadak pada Rabu, 3 Desember 2025. Insiden terjadi ketika sebuah alat berat jenis beko menggali parit di sisi kanan jalan untuk mengalirkan air hujan…

Ruas Jalan Pacuan Kuda di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, amblas mendadak pada Rabu, 3 Desember 2025. Insiden terjadi ketika sebuah alat berat jenis beko menggali parit di sisi kanan jalan untuk mengalirkan air hujan yang kerap menggenangi permukiman warga. Penggalian tersebut diduga tidak memperhitungkan kondisi lapisan tanah di bawah aspal yang didominasi pasir gembur dan mudah tergerus air, sehingga menyebabkan pondasi jalan labil dan runtuh sesaat setelah retakan melebar.

Rekaman video yang diunggah akun Instagram @momen_idn dan @muhammad_azhar12 memperlihatkan detik-detik amblasnya jalan. Warga dan pengendara terlihat panik berlarian menjauh ketika badan jalan turun dalam hitungan detik, meninggalkan lubang besar yang memutus total satu sisi jalur.

Peristiwa ini langsung mengganggu mobilitas di Jalan Pacuan Kuda, salah satu akses lintas penting di Bener Meriah. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kendaraan roda empat ke atas tidak dapat melintas di titik amblas yang cukup dalam. Situasi diperburuk cuaca ekstrem yang melanda Aceh dalam beberapa pekan terakhir, dengan curah hujan tinggi yang membuat struktur tanah vulkanik di dataran tinggi semakin jenuh air dan rentan bergerak.

Konteks bencana hidrometeorologi di Aceh juga menambah tekanan. Sejak akhir November 2025, banjir dan longsor meluas di Gayo Lues dan sejumlah wilayah sekitarnya, mengisolasi akses darat dan memaksa ratusan warga mengungsi. Para ahli dan warga setempat mendesak pemerintah daerah mengevaluasi teknis proyek mitigasi banjir, termasuk memastikan analisis geologis tanah dilakukan sebelum proses penggalian.

Insiden di Jalan Pacuan Kuda menjadi peringatan penting bagi pelaksanaan pembangunan dan pekerjaan infrastruktur di tengah musim hujan, agar tidak menimbulkan risiko baru di wilayah rawan bencana.

Tag:
Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.