
Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan dan energi sebagai fondasi utama kesejahteraan rakyat, bukan sekadar slogan, dalam pidatonya baru-baru ini. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, pada 1 Februari 2026.
Prabowo menempatkan swasembada ini sebagai pilar utama Strategi Transformasi Bangsa menuju Indonesia Emas 2045, melalui Asta Cita, 17 program prioritas, dan inisiatif cepat. Ia menekankan produksi pangan harus menjamin akses seluruh rakyat untuk kemerdekaan sejati, tanpa alternatif lain.
Swasembada pangan disebut syarat mutlak kesejahteraan, didukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjangkau 60 juta penerima. Prabowo menyoroti perlunya membalik alur ekonomi dari desa ke kota agar manfaat merata.
Di bidang energi, kelapa sawit dipuji sebagai “miracle crop” untuk biodiesel, biosolar, hingga bio-avtur, dengan larangan ekspor limbah sawit demi kebutuhan dalam negeri. Rencana juga mencakup lahan sawit, tebu, dan singkong di Papua untuk produksi BBM mandiri.